OKU TIMUR – Sebanyak 90 siswa SD IT Al-Inayah mendapatkan pengalaman belajar berbeda melalui kegiatan outing class ke Kantor Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Senin (26/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, para siswa disambut langsung oleh Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, di Bina Praja I Sekretariat Daerah (Setda) OKU Timur.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lingkungan pemerintahan secara langsung sekaligus memperluas wawasan di luar pembelajaran formal di sekolah. Suasana kunjungan berlangsung antusias ketika para siswa berinteraksi dengan kepala daerah dan melihat lebih dekat lingkungan kerja pemerintah kabupaten.
Bupati Lanosin tidak hanya menerima kedatangan rombongan, tetapi juga membuka dialog dengan para siswa. Interaksi tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkomunikasi secara langsung, menyampaikan rasa ingin tahu, serta memperoleh pengalaman baru mengenai pemerintahan daerah.
Dalam kegiatan itu, Bupati juga memperkenalkan sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan para siswa, termasuk taman edukasi yang memiliki satwa seperti kuda dan rusa. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak yang mengikuti kunjungan.
Bahkan, para siswa diberi kesempatan untuk menaiki kuda dengan tetap berada di bawah pengawasan petugas. Pengalaman ini diharapkan dapat menambah kesan menyenangkan selama kegiatan belajar di luar kelas.
Bupati Lanosin mengaku senang menerima kunjungan para siswa SD IT Al-Inayah. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi anak-anak, tetapi juga memberikan tambahan pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan mereka.
“Bapak senang sekali anak-anak bisa berkunjung ke sini. Semoga kunjungan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menambah pengetahuan kalian,” ujar Lanosin.
Selain memberikan pengalaman belajar, Bupati juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Ia meminta para siswa menyampaikan pesan tersebut kepada orang tua masing-masing, terutama agar tidak melakukan pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran dan merusak lingkungan.
“Kalau sudah pulang, sampaikan pesan Bapak kepada ayah dan ibu, jangan membakar apa pun. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan terhindar dari kebakaran,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan kunjungan. Melalui anak-anak, ajakan menjaga lingkungan diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga sehingga kepedulian terhadap pencegahan kebakaran dapat dibangun mulai dari lingkungan rumah.
Penanaman kesadaran lingkungan sejak usia dini dinilai penting untuk membentuk kebiasaan positif. Anak-anak diharapkan memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala SD IT Al-Inayah, Winarsih, S.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan kali kedua pihak sekolah mengadakan kegiatan serupa ke Kantor Bupati OKU Timur. Menurutnya, kegiatan outing class menjadi salah satu cara untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam kepada siswa.
“Melalui kegiatan outing class ini, anak-anak dapat memperoleh pengalaman baru dan mengenal lingkungan pemerintahan secara langsung. Kami berterima kasih karena para siswa disambut dengan baik dan diberi kesempatan untuk mengenal berbagai fasilitas yang ada,” ujar Winarsih.
Ia berharap kegiatan belajar di luar kelas dapat terus memberikan manfaat bagi siswa, terutama dalam memperluas wawasan, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan meningkatkan keberanian berkomunikasi dengan orang lain.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten OKU Timur turut memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar mengenal lingkungan pemerintahan secara langsung. Pengalaman berinteraksi dengan kepala daerah, melihat fasilitas edukasi, serta menerima pesan tentang pelestarian lingkungan diharapkan menjadi pembelajaran berharga bagi para siswa.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa proses pendidikan dapat berlangsung melalui berbagai pengalaman di luar ruang kelas. Dengan dukungan sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berpengetahuan, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki kesadaran untuk ikut menjaga keamanan dan kelestarian daerahnya. (Red/Ynd)






























