Jakarta – Transformasi digital pendidikan Indonesia kembali mencatat capaian penting. Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi pengembangan platform Rumah Pendidikan yang kini telah dimanfaatkan lebih dari 6,9 juta pengguna, sekaligus menyoroti pengakuan internasional yang diraih Indonesia melalui penghargaan tertinggi World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 di kategori e-Government. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa digitalisasi pendidikan yang dijalankan pemerintah tidak hanya memperluas akses pembelajaran, tetapi juga mendapat pengakuan di tingkat global.
Presiden Prabowo mengatakan, pemerintah terus memperkuat transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi dan pemerataan infrastruktur digital agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama memperoleh layanan pendidikan bermutu, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Bahwa kita punya apps yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen, Rumah Pendidikan, portal terintegrasi dengan Interactive Flat Panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar,” ujar Presiden Prabowo, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Kamis (23/7/2026)
Menurut Presiden, penguatan ekosistem pendidikan digital menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, pemerintah tidak hanya membangun platform pembelajaran, tetapi juga memperkuat infrastruktur pendukung di sekolah-sekolah.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan ialah distribusi Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital ke seluruh satuan pendidikan. Setelah tahun lalu setiap sekolah menerima satu unit perangkat, pemerintah akan menambah tiga unit IFP di setiap sekolah pada tahun ini.
“Kita sudah membagi Interactive Flat Panel, layar pintar di seluruh sekolah Indonesia, satu per sekolah tahun lalu sudah kita bagikan. Tahun ini kita akan tambah tiga lagi per sekolah. Saya harapkan di akhir 2026 sudah tersampaikan kurang lebih tambahan 700 ribu panel pintar atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia, akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027,” kata Presiden.
Dengan penambahan tersebut, pemerintah menargetkan sekitar 700 ribu panel pintar terdistribusi hingga akhir 2026 atau paling lambat semester pertama 2027. Kehadiran perangkat ini diharapkan mampu mempercepat digitalisasi proses belajar mengajar sekaligus memperluas akses terhadap sumber belajar digital di seluruh Indonesia.
Rumah Pendidikan menjadi salah satu tulang punggung transformasi tersebut. Platform yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) itu menyediakan 4.843 sumber belajar gratis bagi guru dan peserta didik serta mendukung peningkatan kompetensi pendidik melalui layanan pembelajaran digital yang dapat diakses dari berbagai wilayah. Keberhasilan program tersebut juga mendapat pengakuan internasional. Untuk pertama kalinya setelah penantian selama 14 tahun, Indonesia berhasil meraih Winner (Juara Pertama) WSIS Prizes 2026 kategori e-Government pada ajang yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penghargaan tersebut menandai pengakuan dunia terhadap inovasi digital yang dikembangkan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di sektor pendidikan. Melalui penguatan platform Rumah Pendidikan yang didukung pemerataan perangkat pembelajaran digital, pemerintah berharap transformasi pendidikan dapat berlangsung lebih inklusif, memperkecil kesenjangan akses pendidikan antardaerah, serta mempercepat terwujudnya layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia. (Red)
































