Jakarta – Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) mengusulkan pelaksanaan training camp (TC) di China sebagai bagian dari persiapan Tim Nasional Wushu Indonesia menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya, Jepang, yang akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Usulan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PB WI, Ngatino, saat mendampingi Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, yang mengunjungi pemusatan latihan nasional wushu di Gedung GBK Arena, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Ngatino mengatakan, PB WI menargetkan mampu mempertahankan tradisi meraih medali emas pada ajang Asian Games. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan tradisi medali emas di Asian Games Nagoya nanti,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan TC di China menjadi kebutuhan penting karena pernah memberikan dampak positif terhadap kesiapan atlet sebelum Asian Games Hangzhou 2022. “Saat Asian Games Hangzhou, tim menjalani TC di China. Kami berharap kesempatan itu bisa kembali diberikan sebelum tampil di Nagoya,” kata Ngatino.
Ia menjelaskan, bagi atlet nomor taolu, latihan bersama atlet-atlet China akan meningkatkan motivasi sekaligus memperkaya pengalaman bertanding. Sementara bagi atlet sanda, TC dinilai penting untuk memperoleh lawan latih yang sepadan dan mengenali karakter calon lawan. “Atlet sanda membutuhkan lebih banyak teman sparring berkualitas karena di Indonesia jumlah lawan latih yang setara masih terbatas,” jelasnya.
Menanggapi usulan tersebut, CdM Kontingen Indonesia Todotua Pasaribu menyatakan akan mengupayakan koordinasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) karena pendanaan berada pada kedua lembaga tersebut. “Kami akan upayakan. Nanti saya akan berkoordinasi dengan NOC Indonesia dan Kemenpora terkait dukungan anggarannya,” ujar Todotua.
Ia juga meminta seluruh atlet tetap fokus menjalani program latihan agar mampu tampil maksimal pada Asian Games 2026. “Fokus saja menjalani latihan. Kami akan berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh atlet yang akan memperkuat Kontingen Indonesia,” tegasnya.
PB WI berharap persiapan yang optimal dapat mempertahankan prestasi wushu Indonesia setelah sebelumnya meraih satu medali emas pada Asian Games Jakarta 2018 melalui Lindswell Kwok, serta satu medali emas pada Asian Games Hangzhou 2022 yang dipersembahkan Haris Horatius.
Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Timnas Wushu Indonesia diperkuat atlet nomor taolu, yaitu Seraf Naro Siregar, Terrence Tjahyadi, Ahmad Ghozali Fuaiz, Andrea Simon, Rainer Reinaldy Ferdiansyah, Patrice Geraldine, dan Eugenia Diva Widodo. Sementara nomor sanda diperkuat Tharisa Dea Florentina, Thania Kusumaningtyas, Fereddy Sinaga, Bintang Reindra Nada Guitara, Samuel Marbun, dan Jumanta.
Persiapan menuju Asian Games tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat prestasi olahraga nasional melalui pembinaan atlet secara berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mengharumkan nama Indonesia di ajang olahraga internasional. (Red)
































