Belitung Timur – Setelah sekian lama memaknai pulau kecil ini dengan aksi memukau, para pemeran Film Laskar Pelangi kini sudah beranjak besar. Rata-rata mereka tengah menyelesaikan kuliah di beberapa perguruan tinggi dengan beasiswa yang berasal dari Pertamina.
“La bang, Ia selesai. La dari Mei 2017,” tutur Ferdian yang memerankan peran Lintang di film tersebut.
Ferdian kini baru saja menyelesaikan pendidikan Hubungan Internasional di Universitas Pasundan. Walau mendapatkan beasiswa, namun tidak semua pemeran film layar lebar tersebut memanfaatkan beasiswa dari Pertamina. Seperti Suhendri yang memerankan peran Akiong yang memutuskan bekerja di Taiwan.
Yogi Nugraha pemeran Kucai sempat kuliah walaupun akhirnya terhenti. Meninggalnya Verrys Yamarno yang memerankan Mahar yang menjadi alasan Yogi berhenti kuliah. Sebab, ia tidak mau kuliah kalau beasiswa Verrys dikembalikan ke ahli waris.
“Kucai mau melanjutkan kuliah asal beasiswa Mahar (tersisa) dikembalikan ke ahli waris ” ujar Dharmawan Engon mengutip alasan Kucai memberi syarat melanjutkan beasiswa. Kesetiaan pada sahabat bagi Kucai jauh lebih penting.
Kepada Engon, anak-anak Laskar Pelangi ini sering berkisah dari hal sepele hingga serius. Apalagi sekarang, ketika mereka sudah menyelesaikan tenggat beasiswa. ” Lebih nyaman ke Tanjong mencari peluang” kata Lintang ditemui ketika sedang berbincang dengan Engon. Bahkan oleh kawan, Ferdian sempat disuruh keluar dari kampung bahkan orang tua Ferdi menyarankan ‘bertarung’ di Jakarta.
“Dulu (2013) aku diajak kelakar dengan Bupati Beltim Basuri menanyakan soal kuliah. Ucapan Bupati) membuat kami terpanggil untuk membangun Belitung. Tapi sekarang kondisinya berbeda, tidak ada lagi komunikasi dengan orang Pemda” kenang Ferdian.
Febriansyah ‘Borek’ pun sama, selepas kuliah nyaris tidak ada pekerjaan tetap yang ia lakukan. kecuali Akiong. Akiong memutuskan bekerja daripada mengambil peluang beasiswa. Tiga tahun lamanya ia bekerja sebagai tenaga kerja asing kontrajadi Taiwan. “Waktu itu biaya ke sana Rp. 50 juta” ujar Ibu Akiong berkisah.
Kelakar masa depan dengan aktor Laskar Pelangi di MPR (Majelis Perincong) di sebuah Resto Tanjungpandan ini menyisakan pemikiran bagaimana memanfaatkan peluang. Ada cita-cita yang belum dituntaskan dalam kehidupan nyata.
“Setelah almarhum Verrys, hanya aku di Beltim ” pungkas Ferdian. Terselip harapan kembalinya ia ke kampung halaman akan memberi warna untuk menghidupkan semangat Laskar Pelangi. Setidaknya warna dalam kehidupan dirinya agar tak ter-perincong (tersudut)-kan di kampung sendiri.
Pak Aing penutur di Majelis Perincong memberikan pandangan soal peluang kerja. ” Ada tiga kata yang perlu diartikan yakni Ilham, Ilhamdi dan Ilham Habibie,”katanya.
Penasaran, saya bertanya. Ilham adalah inspirasi, Ilhamdi itu orang kampung kita. Hidupnya biasa-biasa saja meski sudah bekerja keras. Kalau Ilham Habibie, orang pintar yang memanfaatkan peluang di kampung kita. Rupanya itu yang dimaksud penutur MPR ini (IW/RS/IKP/Fiet)






























