Jakarta – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) bersama Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) gelar pembacaan selawat nariyah dan doa untuk keselamatan bangsa dari wabah. Acara digelar secara virtual via Zoom dan ditayangkan langsung di saluran TV NU serta kanal Youtube TV NU.

Doa bersama kali ini menghadirkan Ketua Kopri PB PMII, Maya Muizatil Lutfillah, Ketua Umum PB PMII, Muhammad Abdullah Syukri, Ketua Umum PB IKA-PMII, H. Akhmad Muqowam, Wakil Ketua Majelis Pertimbangan PB IKA-PMII, KH. Masyhuri Malik, KH. Nasaruddin Umar, Lembaga Dakwah PBNU, K.H. M. Nur serta Bendahara Umum PB IKA-PMII, Sudarto.

Ketua Kopri PB PMII, Maya Muizatil Lutfillah mengatakan, acara pembacaan selawat dan doa bersama ini adalah ikhtiar zahir maupun batin. Ikhtiar zahir dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Sedangkan, ikhtiar batin, selaku warga pergerakan, warga Nahdliyin kita membaca selawat nariyah, istigasah dan doa bersama.

“Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari marabahaya dan penyakit. Sahabat yang kemarin terkonfirmasi positif Covid-19 sudah kembali sehat,” harap Maya, Rabu (7/7).

Ketua PB PMII, Muhammad Abdullah Syukri mengatakan, dengan kondisi pandemi seperti ini, pihaknya menginstruksikan PMII di semua tingkatan untuk bekerja sama dengan gugus tugas Covid-19 di daerah. Namun kerja sama tersebut diharapkan dengan kemampuan masing-masing.

Ketua PB Ikatan Keluarga Alumni PMII, Ahmad Muqowam, persoalan bangsa tidak hanya Covid-19, tetapi Covid-19 masih menjadi persoalan utama. Acara ini menjadi ikhtiar dan kontribusi NU, yang melibatkan seluruh badan otonom (banom). Ikhtiar duniawi tidak akan berhasil jika tidak dibarengi ikhtiar ilahiyah. Sehingga melalui kontribusi ini bisa mendorong semua stakeholder bisa mengambil hikmah dan kontribusi baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita yakin dengan selawat dan doa di tengah kerabat sahabat, semoga bisa diijabah Allah. Sehingga mampu memberikan solusi bagi negara,” harap Ahmad Muqowam.

Ia meminta sahabat di pemerintahan mendorong kebijakan dan program yang bisa mengentaskan Covid-19 di masyarakat, karena, regulasi Covid-19 sebelumnya tidak berdasarkan Undang-undang Dasar.

Pembacaan selawat nariyah dan istighosah dipimpin K.H. Muhammad Nur Hayid, wakil ketua Lembaga Dakwah PBNU.

“Kita mengajak kaum muslimin, jam’iyah NU, PMII untuk berselawat. Semoga diangkat penyakit, dicabut kesulitannya dengan pembacaan selawat dan istigasah. Semoga senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah SWT,” harap K.H. Muhammad Nur Hayid, memulai selawatnya. (Rls/Ams)