Mensos Pastikan Semua Korban Banjir Ditangani Dengan Baik

Jakarta – Kementerian Sosial mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sebanyak 30 orang. Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan ke 30 korban jiwa tersebut akan mendapatkan santunan dari pemerintah sebesar 15 juta rupiah setiap jiwa.

“Semua ahli waris korban akan mendapatkan santunan sebesar 15 juta rupiah,” kata Mensos saat mengunjungi lokasi banjir di Taman Harapan, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (2/1).

Selain memberikan santunan, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan kepada para pengungsi. Menteri Sosial mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, BPBD dan Basarnas untuk melakukan evakuasi terhadap korban dan menampung mereka di tempat pengungsian. “Kita pastikan semua korban dapat tertangani dan dievakuasi,” ujar Mensos.

Tidak hanya itu, Kementerian Sosial juga mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Tim Kampung Siaga Bencana (KSB) ke sejumlah titik. “Kita mengerahkan Tagana dan Tim KSB untuk melakukan evakuasi,” ujar Mensos.

Kementerian Sosial sendiri, dikatakan Mensos, juga telah menyiapkan sejumlah tempat yang dijadikan lokasi penampungan para pengungsi dan dapur umum seperti Panti Sosial Bina Netra (PSBN) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Universitas Borobudur di Jalan Raya Kalimalang. Sebanyak tujuh KSB juga disiapkan seperti KSB Cilandak Timur, KSB Cilincing, dan KSB Rawajati.

Untuk meringankan beban para pengungsi, Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan senilai 4,8 milyar rupiah yang terdiri dari 1,9 milyar untuk Provinsi DKI Jakarta, 1,5 milyar untuk Provinsi Jawa Barat, dan 720 juta untuk Provinsi Banten.

Adapun rincian bantuan yang diberikan Kemensos sebagai berikut untuk DKI Jakarta senilai 1,9 milyar rupiah terdiri dari bantuan tahap pertama senilai Rp. 750 juta yang diwujudkan dalam bentuk 2.000 paket makanan siap saji A, B, C, D, 1.800 paket makanan anak, 30.000 bungkus mie instan, 500 lembar tenda gulung, 200 paket family kit, 200 paket kids ware, 200 paket foodware, 200 paket peralatan dapur keluarga, 200 paket selimut, dan 100 paket sandang.

Sementara bantuan tahap kedua untuk Provinsi DKI Jakarta senilai Rp. 527 juta yang diwujudkan dalam bentuk 800 paket makanan siap saji A, B, C, D, 300 paket makanan anak, 8.000 bungkus mie instan, 200 lembar tenda gulung, 200 paket family kit, 200 paket kids ware, 200 paket foodware, 200 paket peralatan dapur keluarga, 200 paket selimut, dan 100 paket sandang.

Bantuan Logistik Tanggap Darurat ke lokasi banjir Cipinang dan Senayan senilai Rp. 465 juta, dan beras reguler senilai Rp. 210 juta.

Sedangkan rincian dari bantuan untuk Provinsi Jawa Barat sebesar 1,5 milyar rupiah terdiri dari bantuan tahap pertama senilai Rp. 1.081 milyar yang terdiri dari 1.850 paket makanan anak, 30.120 paket mie instan, 3 unit tenda serbaguna keluarga, 450 lembar tenda gulung, 230 unit velbed, 230 unit kasur, 1 paket dapur umum lapangan, 230 paket family kit, 230 paket kids ware, 230 paket foodware, 230 paket peralatan dapur keluarga, dan 40 paket sandang.

Kemudian, bantuan tahap kedua untuk Provinsi Jawa Barat senilai Rp. 463 milyar yang terdiri dari 400 paket makanan siap saji A, B, C, D, 200 paket makanan anak, 5.000 bungkus mie instan, 200 lembar selimut, 200 paket family kit, 200 paket kids ware, dan 200 paket foodware.

Bantuan Logistik Tanggap Darurat ke lokasi banjir di Pondok Gede Permai, Medan Satria dan Tambun di Kota Bekasi senilai Rp. 258 juta.

Untuk Provinsi Banten, bantuan logistik tanggap darurat senilai 680 juta, serta 40 juta untuk Kota Tangerang.

Layanan Trauma Healing
Di samping memberikan bantuan berupa logistik dan makanan, Kementerian Sosial juga menerjunkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

Mensos mengatakan pemulihan trauma akibat bencana kepada para pengungsi terutama anak-anak sangat dibutuhkan. Ia mencontohkan seperti mengajak anak-anak bermain dan bercerita. Hal ini dilakukan untuk memulihkan mental mereka ketika kembali ke rumah masing-masing dan beraktifitas seperti sedia kala.

Dalam kesempatan ini, Mensos mengajak dialog anak-anak di pengungsian. “Kamu namanya siapa? Ceritain dong, waktu banjir kamu gimana? Disuruh apa sama orangtua?” tanya Mensos.

“Disuruh lari ke tetangga,” jawab anak bernama Nabila ini polos. Mensos menimpali seraya mengajak berdoa agar banjir segera surut. “Ya udah, kita berdoa sama-sama ya, supaya banjirnya cepat surut, kalian bisa kembali ke rumah,” ujar Mensos yang diamini secara serempak dari anak-anak.

Turut mendampingi Mensos dalam peninjauan lokasi banjir di Jakarta, dua Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasanudin dan Marwan Dasopang, berikut Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat, Inspektur Jenderal Dadang Iskandar, Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial Syahabuddin, Staf Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Sosial Sonny W. Manalu, beserta jajaran Eselon I Kementerian Sosial. (Adv)