Mataram – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat dalam dua tahun terakhir jumlah ruang terbuka hijau di daerah ini hingga sekarang masih stagnan, kata pejabat setempat .
“Ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) di Mataram sampai saat ini belum ada penambahan karena masih pada angka 27 persen atau kurang dari amanat Undang-Undang sebanyak 30 persen,” kata Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram Nanang Edward di Mataram, Selasa.
Dari data yang ada, katanya, sebanyak 27 persen RTH yang ada saat ini terbagi menjadi dua yakni 14,38 persen untuk RTH privat dan 12,39 persen untuk RTH publik.
Untuk realisasi RTH privat yang tersedia di Mataram sudah melebihi target secara aturan dengan ketentuan 10 persen, sementara di Mataram sudah mencapai 14,38 persen.
“Yang perlu kita tingkatkan adalah ketersediaan RTH publik, dengan target 20 persen sementara realisasi saat ini masih 12,39 persen,” ujarnya.
Nanang mengakui, untuk memenuhi RTH publik pemerintah kota masih kesulitan karena lahan di kota sangat terbatas, sementara jika ingin membebaskan lahan untuk RTH membutuhkan anggaran cukup besar.
“RTH publik bisa bertambah jika Pasar Kebon Roek menjadi RTH setelah aktivitas Pasar Kebon Roek dialihkan ke Kebon Talo,” ujarnya. Di sisi lain, untuk menambah keberadaan RTH publik, Dinas Perkim gencar melaksanakan program pembuatan dan penataan taman-taman pasif dan aktif setiap ada sisa lahan setelah pembangunan fasilitas umum pada lahan milik pemerintah.
“Kalau ada lahan kosong milik pribadi yang ingin dijadikan RTH, kami juga siap memfaslitasi,” katanya.
Di samping itu bekerja sama dengan sejumlah instansi vertikal dan pihak swasta yang memiliki lahan “nganggur” dari pada tidak termanfaatkan.
Misalnya, lahan milik TNI AU di Rembiga, milik Polres Mataram kini ditanami bunga dan beraneka pohon pelindung dan pohon produktif. “Kami berharap agar masyarakat bisa perpartisipasi untuk menambah persentase ketersedian RTH dengan menanam minimal satu pohon di pekarangannya,” katanya. (Ant)






























