Jakarta – Pengurus Syuriah PBNU, Majelis Muwasholah dan Majelis Dzikir Hubbul Wathon akan mengundang Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz ke Indonesia untuk melakukan kajian Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim dan Bahjatul Mahafil di Hotel Aryaduta, Jakarta pada Sabtu, (13/10/2018) pukul 15.00 -17.30 Wib.
Kepada media, Wasekjen PBNU, Hery Haryanto Azumi mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang digelar sebulan sekali yang biasanya diselenggarakan melalui teleconference dari kediaman Habib Umar bin Hafidz di Yaman.
“Kegiatan bersama beliau sudah dilaksanakan sebanyak sembilan kali dan biasanya teleconference tapi sekarang alhmadulillah Habib Umar bin Hafidz bisa langsung rawuh di Jakarta,” ujar Hery H Azumi, di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Rencananya, acara akan dimulai dengan Shalat Ashar berjamaah. Kemudian acara dilanjut dengan istighotsah yang akan dipimpin oleh PJ Rais ‘Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar yang akan dilanjutkan pembacaan Tahlil dan Maulid oleh Habib Ahmad Alhabsyi Pasuruan.
Menurut Hery, kegiatan ini berawal dari keinginan untuk mengetengahkan pemikiran ulama Nusantara kepada umat Islam di seluruh dunia. Pemikiran ulama Indonesia dianggap dapat menjadi alternatif bagi pemikiran Islam di dunia saat ini.
“Menjelang seabad NU kami berpikir bahwa sumbangan pemikiran ulama NU yang universal dapat dipromosikan ke ulama-ulama Internasional. Dan Alhamdulillah yang terdepan dalam upaya mempromosikan adalah Habib Umar bin Hafidz selama ini,” ujarnya.
Dari itu semenjak bulan Maulid 1439 H atau sekitar sepuluh bulan lalu, pengajian rutin ini digelar setiap bulannya melalui teleconference.
Dalam kunjungannya ke Indonesia saat ini, Habib Umar bin Hafidz dijadwalkan mengunjungi beberapa kota untuk memberikan ceramah dan pengajian seperti Ciledug, Cidodol dan Jakarta, Sumedang, Bandung dan Cirebon Jawa Barat, serta Samarinda Kalimantan Timur. Seluruh rangkaian ini kegiatan ini ditempuh selama 10 hari mulai 5 hingga 15 Oktober 2018. (Net)































