Jakarta – Dikritik Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terkait penanganan dampak gempa di wilayah Lombok, Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kemudian memberikan data penanganan pasca-gempa Lombok kepada salah sat media di Jakarta. Data itu adalah laporan penanganan per 6 Oktober 2018.
Berdasarkan data itu, ada 564 korban meninggal dunia (Lombok Utara 467 orang, Lombok Barat 44 orang, Lombok Timur 31 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 9 orang, Kab Sumbawa 6 orang, dan Sumbawa Barat 5 orang). Sementara itu korban luka-luka tercatat ada 1.584 orang dan 445.343 orang mengungsi.
Tercatat ada 149.715 unit rumah yang rusak. Sebagian telah siap dibangun kembali. Selain itu juga ada 128 unit rumah tahan gempa atau Risha yang telah dibangun.
Berikut rincian penanganan rumah rusak akibat gempa di NTB menurut laporan BNPB:
– Total rumah siap dibangun kembali: 29.124 unit
– Total rumah telah dibongkar: 6.801 unit
– Total rumah terverifikasi: 132.513 unit
– Total rumah telah diberi SK: 157.632 unit
– Total buku rumah yang telah terbit: 19.391 unit
– Total buku tabungan telah berisi saldo: 3.152 unit
– Total kelompok masyarakat yang terbentuk: 529 tim
– Rumah Risha: 1.667 KK
– Rumah Konvensional: 479 KK
– Rumah Kayu: 1.011 KK
– Rekening kelompok masyarakat: 116 tim
– Rumah Risha yang sedang dibangun: 128 unit
Sebanyak 3.818 unit fasilitas umum dan fasilitas sosial rusak. Berikut data yang siap dibangun kembali:
– Total fasilitas peribadatan siap dibangun kembali: 183 unit
– Total fasilitas pendidikan siap dibangun kembali: 66 unit
– Total fasilitas perkantoran siap dibangun kembali: 1 unit (A1)































