Bogor,- Suasana kehidupan masyarakat Indonesia saat ini masih diselimuti kabut isu-isu sensitif tentang keagamaan, serta masih adanya perusakan rumah ibadah dan isu Intoleransi lainnya seolah menjadi letupan-letupan emosional dimasyarakat Indonesia.
Hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kementerian Agama sebagai stake holder dibidang keagamaan yang harus selalu menjadi penyelesai masalah keagaaman yang ada di masyarakat.
Menjawab persoalan tersebut maka Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam jalin kerjasama dengan DPP Pemuda Pejuang Bravo Lima yang ditandatangani Oleh Ketua Ali Fanser Marasabessy, dan Direktur Penerangan agama islama Dr. Juraidi pada hari selasa, 25 Februari 2020 di hotel Arch Bogor disaksikan oleh Sekjend DPP Pejuang Bravo Lima, Jend. TNI (purn) Suaidi Marasabessy, yang juga sebagai Staf Khusus Menteri Agama RI.
Adapu fokus kerjasama yaitu pengarustamaan moderasi beragama bagi kalangan penyuluh agama islam yang tersebar di 514 Kabupaten/Kota di 34 provinsi Indonesia. Saat ini jumlah penyuluh agama Non PNS sebanyak 45.000 orang dan penyuluh PNS sekitar 5.097orang, mereka adalah garda terdepan Kementerian Agama yang hendaknya berada di garda terdepan menyuarakan moderasi beragama.
Menurut Ali Fanser yang menjabat ketua Umum DPP Pemuda Pejuang Bravo 5, dengan kerjasama ini maka Pemuda Pejuang Bravo 5 akan ikut berpartisipasi menyampaikan pesan pesan Bapak Menteri Agama dalam untuk menghidupkan moderasi beragama dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Ditjen Bimas Islam.(Red)






























