Jakarta – Calon Presiden Prabowo Subianto dipolisikan warga asal Boyolali terkait potongan video pidatonya yang menyinggung soal ‘tampang Boyolali’. Terkait hal tersebut, Bupati Boyolali memberikan komentar terhadap ucapan Prabowo
“Monggo saja,” ujar Bupati Boyolali, Seno Samodro kepada media, Jumat (2/11/2018).
Bupati Boyolali enggan berkomentar banyak terkait pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Namun Seno menegaskan tak akan memilih Prabowo di Pilpres 2019.
“Yang jelas saya sih nggak milih Prabowo,” ujarnya.
Sebelumnya, karena dianggap menghina warga Boyolali, seorang warga asal Boyolali, Dakun, melaporkan Capres Prabowo Subianto ke Polda Metro Jaya. Prabowo dipolisikan terkait potongan video pidatonya soal masuk hotel dan ‘tampang Boyolali’.
“Hari ini secara resmi kami melaporkan pak Prabowo,” ujar pengacara Dakun, Muannas Al Aidid, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/11).
Pidato yang menyinggung ‘tampang Boyolali’ itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno Kabupaten Boyolali, Selasa (30/10). Dalam acara tersebut hadir sejumlah emak-emak relawan pendukung Prabowo-Sandi. Selain itu ada pula beberapa purnawirawan TNI.
Dalam video utuh yang beredar, Prabowo mula-mula membicarakan mengenai belum sejahteranya masyarakat saat ini. Ia kemudian memberi perumpamaan wajah Boyolali yang belum pernah masuk hotel-hotel mahal.
“Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini. Betul?” ujar Prabowo kepada para pendukungnya. (A1)































