Jakarta – Ratusan ribu orang yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) turun kejalan melakukan aksi dibeberapa tempat di Jakarta. GNPF MUI mendesak agar aparat segera melakukan proses hukum yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama karena dianggap telah melakukan penistaan agama.
Selain itu, perwakilan massa aksi juga berharap bisa bertemu dengan Presiden Jokowi terkait dengan tuntutan yang diinginkan pendemo. Tapi, keinginan pendemo tidak digubris oleh Presiden Jokomi. Kritik pun datang untuk Jokowi.
“Presiden Jokowi sudah menciptakan citra orang yang dekat kepada publik. Namun saat demonstrasi yang sudah diumumkan sejak beberapa minggu yang lalu justru Presiden melakukan kegiatan lain yang terkesan menghindar. Ini sangat disayangkan,” ujar pengamat militer dari Universitas Pertahanan Salim Said pada diskusi dengan tema ‘Setelah 4-11’ di restoran Boplo, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016).
Salim mengatakan bahwa alasan ketidakhadiran Presiden untuk menemui demonstran sangat tidak bisa diterima. Karena menurutnya Presiden adalah orang yang paling bisa memuaskan aspirasi massa pendemo tersebut.
“Mafia seperti Aguan saja beliau temui, PKL ditemui, saya pun pernah bertemu,” ujar Salim kesal. (Net/A1)






























