Profesor Hukum: Indonesia Tidak Ada Perjanjian Ekstradisi Dengan Chile

Jakarta – Setelah mengakui perbuatannya terkait penganiayaan tiga orang tak dikenal di kawasan Bandung hingga babak belur, kini Ratna Sarumpaet membuat ulah kembali dengan mencoba terbang ke Chile.

Profesor ilmu hukum, Romli Atmasasmita menilai bahwa tujuan terbangnya Ratna Sarumpaet ke Chile patut diduga ada skenario besar untuk menghambat pengusutan kasus agar tidak sampai ke pengadilan.

Menurut Romli, karena Indonesia dengan Chile sendiri adalah negara yang yang tidak memiliki hubungan ekstradisi.

“negara tujuan chile lb jelas lagi krn pmth Indonesia dn Chile tdk memiliki perjanjian ekstradisi dn semakin meyakinkan ada skenario besar u menghambat pengusutan kasus RS tdk tuntas dn tdk sampai ke pengadilan. apalagi RS blm diperiksa scr intensif polda metro,” tulis @romliatma dalam cuitannya di twitter pada Kamis (4/10/2018).

Senada dengan pendapat Romli Atmasasmita, Wasekjen DPP Partai Hanura, I Gede Pasek Suardika juga memberikan tanggapan terkait dengan ditangkapnya Ratna Sarumpaet.

“Chili negara yg tdk punya perjanjian ekstradisi dg Indonesia…pasti skenario orang yg paham hubungan internasional dibalik kaburnya @RatnaSpaet. Sutradaranya pasti bukan sekedar pemain drama biasa.
BONGKAR….!!!!,” kicau @G_paseksuardika.

Saat ini, Ratna Sarumpaet sudah diamankan di Mapolda Metro Jaya. Penangkapan tersebut dilakukan cepat ketika polisi mendapati aktivis perempuan tersebut hendak terbang ke Chile.

Saat ditanya wartawan, Ratna berdalih terbang ke Chile untuk menghadiri event budaya internasional dengan posisi dirinya sebagai tokoh yang membuka pagelaran budaya tersebut.

Tak tanggung-tanggung, keberangkatannya ke Chile tersebut diakui Ratna adalah sponsor dari Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

“Saya ini dikirim oleh Dinas Pariwisata DKI. Jadi saya yang mendanai semuanya Gubernur, kantor Gubernur,” terang Ratna dikutip dari Detikcom hari ini. (A1)