BENGKULU UTARA – Polres Bengkulu Utara terus menunjukkan kepedulian terhadap persoalan sosial dan ketenagakerjaan melalui program inovatif Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN). Kali ini, jajaran Polres Bengkulu Utara melaksanakan peninjauan sekaligus pembinaan terhadap peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Gunung Besar, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Kautsar Ali, S.Sos., S.I.K., M.H. Turut hadir Wakapolres Bengkulu Utara Kompol Januri Sutirto, S.H., Kepala UPTD BLK Disnakertrans Sitriani, A.Md., Sekretaris Disnakertrans Tatang Suryadie, S.P., M.Si., Kabag SDM Polres Bengkulu Utara AKP Sagiran, S.H., M.H., Kasat Binmas Polres Bengkulu Utara AKP Eri Andra, serta personel Polres Bengkulu Utara yang mendapat surat perintah tugas. Kegiatan ini juga diikuti 96 peserta pelatihan.
Program POLIRAN menyasar masyarakat usia produktif, khususnya kelompok berusia 18 hingga 35 tahun yang belum memiliki pekerjaan tetap. Melalui program tersebut, kepolisian berupaya ikut mendukung pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis.
Dalam arahannya, Kapolres Bengkulu Utara AKBP Bakti Kautsar Ali menegaskan bahwa POLIRAN merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi sosial masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh pekerjaan.
“Kegiatan POLIRAN ini merupakan langkah nyata Polri dalam membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran, sekaligus wujud dari tagline Polisi Bersama Masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar AKBP Bakti Kautsar Ali.
Selain memberikan motivasi agar peserta memiliki semangat untuk bekerja dan mengembangkan kemampuan, jajaran kepolisian juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). Peserta diajak ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Pada kesempatan tersebut, Polres Bengkulu Utara turut menyosialisasikan layanan darurat Call Center 110. Layanan tersebut dapat diakses masyarakat selama 1 x 24 jam apabila membutuhkan bantuan atau kehadiran petugas kepolisian.
Kehadiran program POLIRAN mendapat sambutan positif dari peserta pelatihan. Salah seorang peserta menyampaikan bahwa pembinaan dan motivasi dari kepolisian menjadi dorongan tersendiri bagi mereka yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
“Kami merasa diperhatikan karena selain mendapatkan pelatihan keterampilan, kami juga diberi motivasi agar lebih percaya diri mencari pekerjaan atau membuka usaha sendiri. Harapannya, setelah pelatihan ini kami memiliki bekal untuk mendapatkan penghasilan dan membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.
Pelatihan Berbasis Kompetensi di UPTD BLK Desa Gunung Besar dijadwalkan berlangsung selama 49 hari, mulai 29 Oktober hingga 16 Desember 2026. Sebanyak 96 peserta dibagi ke dalam empat bidang pelatihan yang terbagi menjadi enam kelas.
Bidang Tata Boga membuka dua kelas pembuatan roti dan kue, yakni kelas A dan kelas B. Masing-masing kelas diikuti 16 peserta sehingga total peserta pada bidang ini berjumlah 32 orang.
Selanjutnya, bidang Mesin Jahit menyelenggarakan satu kelas pelatihan menjahit pakaian dengan mesin yang diikuti 16 peserta. Bidang Merias Wajah juga membuka dua kelas, yaitu kelas A dan kelas B, dengan masing-masing 16 peserta atau total 32 orang.
Sementara itu, bidang Komputer membuka satu kelas Operator Komputer Muda yang diikuti 16 peserta. Dengan pembagian tersebut, seluruh peserta memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan sesuai bidang keterampilan yang disediakan.
Melalui program POLIRAN, Polres Bengkulu Utara berharap kegiatan pelatihan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja terampil, tetapi juga mendorong peserta agar mampu bekerja secara mandiri dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Di sisi lain, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat komunikasi dan hubungan antara kepolisian dengan masyarakat. Interaksi langsung tersebut diharapkan membantu mendeteksi lebih dini berbagai potensi persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat, sekaligus mendukung terpeliharanya stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Bengkulu Utara.
Rangkaian peninjauan dan pembinaan program POLIRAN berakhir pada pukul 10.30 WIB. Seluruh kegiatan berlangsung tertib, aman, lancar, dan kondusif. (Red/DK)

















