Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mempercepat penanganan darurat infrastruktur konektivitas pascagempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah memobilisasi tiga unit jembatan Bailey sebagai akses sementara guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Ketiga unit jembatan Bailey dengan bentang masing-masing 30 meter tersebut dimobilisasi dari BBPJN Jawa Timur–Bali, BPJN Nusa Tenggara Barat (NTB), dan BBPJN Sulawesi Selatan untuk dikirim menuju lokasi terdampak di Flores.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan infrastruktur pascabencana mengutamakan pelayanan dan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, pemulihan akses konektivitas sangat krusial agar aktivitas warga serta distribusi bantuan logistik tidak terputus.
“Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani,” kata Dody, dalma keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2026).
Proses pengiriman ketiga jembatan sementara tersebut dilakukan bertahap dari berbagai wilayah:
- BBPJN Sulawesi Selatan: Komponen jembatan tengah diangkut ke kendaraan logistik. Distribusi rangka dijadwalkan pada Senin (24/8/2026) melalui kapal dari Pelabuhan Selayar menuju Labuan Bajo, dengan target tiba di Flores pada Rabu (26/8/2026).
- BBPJN Jawa Timur–Bali: Komponen jembatan berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menunggu jadwal pengangkutan menuju Pelabuhan Ende pada Jumat (21/8/2026). Setibanya di Ende, jembatan diangkut melalui jalur darat menuju Ruteng dan Labuan Bajo.
- BPJN NTB: Komponen jembatan dalam perjalanan darat menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima. Jika tidak ada hambatan, pengiriman dilanjutkan menggunakan kapal feri menuju Labuan Bajo pada Sabtu (22/8/2026) dan diperkirakan tiba di Flores pada Rabu (26/8/2026).
Penempatan jembatan sementara tersebut akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan teknis dan kondisi kebutuhan di lapangan.
Saat ini, Kementerian PU tengah mengidentifikasi kerusakan Jembatan Wae Pesi sepanjang 100 meter pada ruas Ruteng–Reo–Kedindi, Kabupaten Manggarai. Survei awal menunjukkan adanya pergeseran pada pilar dan abutmen serta kerusakan expansion joint. Identifikasi lebih detail sedang dilakukan untuk menentukan langkah penanganan teknis yang tepat.
Melalui penanganan darurat ini, Kementerian PU berharap aktivitas masyarakat dapat segera pulih dan kelancaran arus logistik di Flores tetap terjaga. Pemeriksaan teknis pada infrastruktur terdampak lainnya juga terus berjalan sebagai dasar penanganan tahap berikutnya.



























