Banda Aceh – Jelang pemilihan Gubernur, walikota dan bupati yang akan dilaksanakan serentak pada tanggal 15 Februari 2017, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat juga meningkat.
“Gangguan kamtibmas mulai meningkat seiring intensifnya kegiatan menyambut pemilihan kepala daerah serentak di Provinsi Aceh pada 2017,” ujar Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol Rio Septianda Djambak di Banda Aceh, Sabtu (12/11/2016).
Gangguan kamtibmas terjadi di beberapa di wilayah Provinsi Aceh seperti pengancaman, intimidasi, aksi teror bom, perusakan, pembakaran alat peraga kampanye, dan lainnya. Namun, secara umum kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat masih terkendali. Gangguan kamtibmas tersebut cepat ditangani, sehingga tidak meluas.
“Seluruh elemen masyarakat diharapkan bersatu dan berpartisipasi aktif menyukseskan pilkada serentak yang akan dilaksanakan di Aceh, Suasana yang kondusif bukan menjadi tanggung jawab kepolisian semata. Untuk itu, Polda Aceh mengajak peran serta seluruh elemen masyarakat, khususnya peserta pilkada dan massa pendukungnya untuk bersama-sama menjaga kamtibmas,” ujar Kapolda.
Selanjutnya, Kapolda juga menghimbau agar pasangan calon harus siap menang dan siap kalah dalam pilkada.
“Mari kita tunjukkan bahwa Aceh semakin matang dalam berdemokrasi. Pilihan boleh beda, tetap semuanya bersaudara. Bagi pasangan calon, harus siap menang dan kalah,” ujar Irjen Pol Rio Septianda Djambak.
Sesuai jadwal, pilkada di Provinsi Aceh akan digelar pada tanggal 15 Februari 2017. Pilkada akan digelar serentak untuk pemilihan Gubernur dan wakil gubernur serta Bupati/Walikota dan wakil. (A1)






























