Jakarta – Naas dialami oleh enam orang kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Curup, berniat minta maaf atas debat di media sosial terkait pemilihan presiden mahasiswa di IAIN Curup malah dikeroyok dan di sabet senjata tajam. Pengeroyokan terjadi di gerbang Perbatasan Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang, Sabtu (1/05/2021).
“Awalnya kami ingin minta maaf, karena ada kader kami yang dianggap menyinggung salah satu kader organisasi lain,” ujar Malik kepada sahabatrakyat-com-575929.hostingersite.com.
Karena tersinggung, wanita bercadar (Inisial R) tersebut menghubungi Zakaria dan akhirnya Zakaria meminta maaf.
“Akhirnya Zakaria meminta maaf dan diundang klarifikasi dan meminta maaf langsung yang diantarkan oleh kami yang berjumlah enam orang,” ujar malik lagi.
Menurut malik yang saat ini menjabat Sekretaris Umum PMII Cabang Curup, ketika sampai di gerbang perbatasan Rejang Lebong-kepahiang, tanpa diduga dikeroyok oleh sedikitnya dua puluh orang.
“Sekitar 20 orang, salah satunya kakak R. Kepala saya disabet diduga dengan menggunakan senjata tajam. Dijahit dengan lima jahitan. Hasil visum besok (3/5/2021) keluar,” ujar Malik.
Menanggapi hal tersebut, salah satu pembina cabang PMII Curup, Fahamsyah meminta pihak kepolisian menindak tegas. Jangan sampai tindakan semena-mena dan main hakim sendiri berkembang ditengah masyarakat.
“Kita meminta pihak kepolisian memproses tindakan pengeroyokan yang menimpa kader PMII. Jangan sampai tindakan main hakim sendiri berkembang di masyarakat. Pelaku harus dihukum sesuai undang-undang yang berlaku,” tegas Fahamsyah.
Dihubungi via telpon, Kasat reskrim Rejang Lebong, AKP Rahmat Hadi Fitrianto, SH, SIK belum menjawab terkait perkara penganiayaan yang menimpa kader PMII. (A1)






























