Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan Bali Tech Week 2026 pada 19-23 Oktober 2026 digelar sebagai ajang untuk menarik investasi sekaligus memulihkan kepercayaan investor terhadap ekosistem digital Indonesia.
Meutya mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi digital dengan nilai mencapai 99 miliar dolar AS pada 2025 atau tumbuh 14 persen. Potensi tersebut perlu diperkuat dengan membangun kepercayaan investor melalui kolaborasi pemerintah, pelaku industri, perusahaan rintisan, dan komunitas teknologi.
“Kita pahami bahwa kita tidak bisa membangun kepercayaan dari investor itu sendirian. Ini adalah kerja-kerja kolaboratif yang memerlukan banyak pihak,” kata Meutya dalam konferensi pers Bali Tech Week 2026 di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan Bali Tech Week tidak hanya menjadi ajang mempertemukan investor dengan pelaku industri teknologi, tetapi juga ruang bagi pemerintah untuk menyerap masukan dari industri dalam merumuskan kebijakan yang mendukung iklim investasi.
“Kami juga memastikan bahwa dalam event ini ingin mendapat banyak masukan mengenai regulasi. Jadi, regulasi kita ingin hadir dengan masukan banyak pihak termasuk industri, sehingga regulasi yang akan kita keluarkan adalah regulasi yang tidak membuat kaget, regulasi yang terprediksi, sehingga investor akan nyaman,” ujarnya.
Selain kepastian regulasi, Meutya menekankan pentingnya persaingan usaha yang adil, termasuk bagi perusahaan rintisan (startup) dan pengusaha lokal yang turut mengembangkan ekonomi digital nasional.
Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan Bali Tech Week 2026 akan berlangsung pada 19-23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali
Bali Tech Week 2026 akan terdiri atas 13 agenda konferensi dan kegiatan yang mencakup berbagai sektor dalam ekosistem digital seperti konektivitas, keamanan siber, kecerdasan artifisial, gim, dan teknologi finansial.
Rangkaian kegiatannya antara lain BTW Con, Telkom Sovereign Tech Summit, HUB.ID Summit, IGDX 2026, KORIKA AIIS 2026, ITSEC AICX 2026, Tokocrypto Digital Summit, Digital Economy Policy Forum, Endeavor Global Forum, Bali Capital Circle, Foundry Collective Incubator Launch, Sira Village Excursion Trip, dan UDImpact.
Edwin mengatakan setiap agenda membahas bidang yang berbeda, mulai dari konektivitas dan keamanan siber hingga pengembangan platform, aplikasi, serta industri gim.
Saat ini, sebanyak 1.785 peserta telah terdaftar untuk mengikuti Bali Tech Conference dari 30 negara antara lain Indonesia, Amerika Serikat, Tiongkok, Australia, dan India. Kemkomdigi menargetkan kegiatan ini diikuti oleh 4.000 peserta.
“Diharapkan ini akan menjadi event yang sangat bermanfaat buat kita semua, apalagi dalam menggairahkan kembali iklim investasi, terutama ekonomi digital,” kata Edwin. (Red)

































