Ahmad Nawardi Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan Kepada GMNI Sampang

Jatim. Sahabatrakyat.com – Anggota MPR RI, Ahmad Nawardi, menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang disertai Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sampang pada 19 maret 2021. Pelaksanaan sosialisasi mengikuti peraturan Kesehatan Covid-19. Peserta tetap memakai masker dan menjaga jarak serta diwajibkan menggunakan hand sanitizer sebelum memasuki ruang pertemuan.

Dalam kesempatan itu, Nawardi menyampaikan bahwa saat ini Indonesia mengalami “krisis ideologi Pancasila” dan “krisis budaya sadar konstitusi.” Pancasila dan UUD 1945 saat ini sedang diuji kekokohannya, diuji nilai persatuan dan kesatuannya, diuji nilai keberagamannya.

Menurut Anggota MPR RI Provinsi Jatim itu, berbagai persoalan bangsa, negara dan masyarakat ini semakin pelik dengan munculnya gerakan radikalisme di masyarakat. yaitu dengan munculnya gerakan ISIS di Indonesia, penghinaan terhadap Pancasila, penghinaan terhadap agama, penghinaan terhadap bendera Negara, tudingan sebagian masyarakat terhadap sebagian masyarakat yang lain sebagai “anti Pancasila”. teror kampung melayu, terorisme, dan isu upaya makar terhadap pemerintah.

Persoalan-persoalan tersebut bermuara pada ideologi radikalisme yang ingin merubah tatanan bangsa Indonesia yang jelas bertentangan dengan Pancasila.

“Gerakan radikalisme sebagai suatu faham tidak selalu ditandai dengan aksi-aksi kekerasan, namun dapat juga sebatas ideologi yang tidak menggunakan cara-cara kekerasan”, tegas Nawardi.

Menurut Anggota DPD RI Jatim itu, radikalisme yang berkembang di masyarakat dalam bentuk radikalisme ideologi maupun agama harus bisa dicegah. “Hal ini diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang harmonis”, tegasnya.

Untuk melakukan upaya dalam pencegahan gerakan radikalisme, Nawardi mengakui tidaklah mudah. Hal tersebut membutuhkan strategi yang terstruktur, sistematis dan masif.

“Untuk itulah, penting adanya pemahaman yang komprehensif tentang gerakan radikalisme dan melakukan pencegahan terhadap gerakan radikalisme terebut melalui penanaman ideologi Pancasila dan budaya sadar konstitusi berbasis komunitas”.Pungkasnya (red)