Antisipasi Kemungkinan Bencana Berlanjut, Kemensos Dirikan Posko Induk

Jakarta – Kementerian Sosial menyiapkan sejumlah langkah antisipasi sejalan dengan kemungkinan bencana yang masih berlanjut. Termasuk di dalamnya, mendirikan posko induk bencana di Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur.

Mengutip prakiraan BMKG, Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyatakan, pendirian posko induk salah satunya didasarkan pertimbangan bahwa curah hujan tinggi masih akan berlangsung sampai bulan depan. Selain itu, kawasan terdampak bencana juga luas, tidak hanya di Jakarta. Semua ini membutuhkan kesiapan bantuan logitik yang memadai.

“Di sana, kita siapkan beberapa truk, sehingga bila sewaktu-waktu bantuan logistik dibutuhkan langsung bisa didistribusikan. Elemen masyarakat, swasta, dan LSM yang mau mengirimkan bantuan namun tidak tahu titik-titik posko bantuan, nanti bisa diinformasikan secara terbuka. Juga kan disiapkan beberapa truk yang bisa mengirimkan logistik ke titik bantuan,” kata Mensos di Kompleks Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (07/01/2020).

Pendirian posko bantuan logistik merupakan salah satu langkah Kemensos dalam mengantisipasi dampak bencana banjir dan longsor yang mungkin masih menjadi ancaman dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, juga merupakan bagian dari kesiagaan Kemensos dalam penanganan sejumlah kawasan yang terdampak bencana, yang masih membutuhkan bantuan.

Kebutuhan terhadap bantuan terpantau saat Mensos mendampingi Presiden Joko Widodo di Bogor dan Lebak, Banten, pagi tadi. Di Kabupaten Bogor, Presiden dan rombongan meninjau kawasan terdampak longsor di Kecamatan Sukajaya.

Setelah itu, Presiden terbang ke lokasi banjir bandang di Desa Banjaririgasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Di Lebak, didapat informasi bahwa masyarakat terdampak banjir bandang sudah mendapat bantuan.

“Namun ada permintaan bantuan seragam sekolah sebanyak 2.000 setel. Anak-anak kan sudah mulai sekolah namun tidak punya untuk anak-anak sekolah. Nanti akan kami kirimkan ke anak-anak sekolah,” kata Mensos.

Kemudian terhadap korban meninggal, Kemensos juga menyiapkan santunan untuk ahli waris, sebesar Rp15.000.000 per jiwa. “Data terakhir, korban meninggal dunia sebanyak 67 orang. Sebagian sudah kami salurkan santunan ahli waris. Kami juga sedang menyiapkan untuk 26 korban meninggal lainnya, kemungkinan besok akan didistribusikan,” kata Mensos.

Mensos juga menginstruksikan kepada Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat untuk memastikan kesiapan logistik, termasuk bila ada kebutuhan yang perlu dibeli.

“Saya sudah periksa gudang minggu lalu. Ada beberapa kebutuhan yang perlu diadakan di tahun 2020. Tidak banyak. Saya kira segera dieksekusi saja. Prinsipnya, agar kita siap dalam memasok kebutuhan logistik,” kata Mensos.

Meski demikian, Mensos memastikan, secara umum ketersedian logistik bantuan di gudang Kemensos, masih cukup. “Saya sendiri yang melihat ke gudang logistik kita di Bekasi, minggu lalu masih aman,” kata Mensos.

Bantuan logistik seperti makanan siap saji aman posisinya masih ratusan ribu. Cadangan beras reguler masih 350 ton, selimut masih puluhan ribu, mie instan hampir 2.000.000 bungkus. “Kemudian yang lain-lain seperti tenda-tenda juga masih cukup,” kata Mensos.

Saat ini, Kemensos juga masih terus menyalurkan bantuan ke posko-posko bantuan, dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pengungsi. “Termasuk juga rencana kami mendirikan posko induk di Cawang Kencana,” kata Mensos. Tagana juga terus bekerja bersama-sama unsur-unsur lain memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana.

Selain itu, Mensos juga menginstruksikan agar Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, untuk melihat kembali apakah di kawasan rawan bencana sudah semua ya masuk Kawasan Siaga Bencana (KSB).

“Kalau belum, sebaiknya dibentuk saja KSB-nya. Karena kan KSB ini merupakan pencegahan yang berbasis masyarakat berbasis komunitas. Mereka adalah SDM yang well-trained ,” katanya.

Kepada media, Mensos meminta agar menginformasikan kawasan-kawasan mana yang masih belum terjangkau bantuan. “Selama ini kan kawasan yang memperoleh bantuan hanya itu-itu saja. Mungkin teman-teman media dengan informasi yang ada bisa membantu (menunjukkan mana kawasan yang masih belum terjangkau bantuan),” kata Mensos. (Adv)