Jakarta – Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua Lenis Kogoya mengatakan, masyarakat Papua membutuhkan badan usaha milik negara (BUMD) yang dapat memperkuat sektor jasa logistik untuk distribusi barang di provinsi itu. Saat ini, sektor swasta masih menguasai pelabuhan, sehingga mengakibatkan harga logistik tinggi.
“Di Kabupaten Jayapura, pelabuhan sudah terlalu padat sampai hari ini dan tidak bisa menampung banyak sehingga harus membangun pelabuhan di Depapre,” kata Lenis ketika ditemui di Gedung Sekretariat Negara.
Selain itu, untuk mendukung program BBM Satu Harga dan distribusi barang kebutuhan di Papua wilayah tengah, Lenis meminta pelabuhan yang ada di Kabupaten Nabire diperbesar. Menurut Lenis, dengan terbangunnya pelabuhan yang dapat menangani peti kemas lebih banyak sehingga dapat semakin mendukung penurunan harga barang kebutuhan seperti BBM, beras dan semen.
BUMD yang didirikan akan mengelola penurunan peti kemas dari kapal dan mengelola penyimpanan. Lenis mengaku, selama ini pengelolaan peti kemas oleh sektor swasta di Jayapura berbiaya tinggi dan dikhawatirkan semakin memperbesar biaya logistik.
Dia menambahakan jika kapal yang datang ke Papua dapat lebih banyak membawa barang ke provinsi itu, maka jumlah perdagangan komoditas asal Papua juga berpotensi untuk meningkat mengingat pergerakan barang dapat dilakukan secara langsung dan dalam jumlah besar dari Papua.
Sementara itu, Bupati Nabire Isaias Douw mengatakan jika pintu keluar masuk barang dibangun di Nabire dapat membantu pembangunan di 9 kabupaten di wilayah Papua tengah. Menurut Isaias, biaya pengangkutan yang dibutuhkan satu peti kemas untuk sampai ke Kabupaten Nabire dari Surabaya yaitu Rp50 juta dan ketika sampai di Nabire perlu antri selama 2-3 pekan karena penuhnya pelabuhan.
“Jadi kami minta supaya tol laut di wilayah Mepago atau tiga suku wilayah adat harus ada tol laut dan lapangan terbang yang sekarang masih terkatung-katung,” ujar Isaias.
Isaias juga menyampaikan undangan kepada Presiden Joko Widodo untuk berkunjung ke Nabire guna meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan rumah sakit yang ada di kabupaten itu. Bupati berharap presiden dapat datang ke Nabire dan melihat kekurangan fasilitas infrastruktur untuk logistik dan distribusi barang di wilayah itu. (Ant)































