Pati, Jawa Tengah – Petani Kendeng, Rembang Jawa Tengah yang sedang memperjuangkan haknya berduka. Patmi, salah seorang pejuang tangguh penolak pabrik Semen Indonesia berdiri di Pegunungan Kendeng meninggal dunia sekitar pukul 02.55 WIB (20/3/2017) menjelang sampai di Rumah Sakit St Carolus Salemba, Jakarta. Pihak RS St Carolus menyatakan bahwa Patmi meninggal mendadak dengan dugaan serangan jantung.
Jenazah Patmi (48), aktivis lingkungan yang berjuang untuk kelestarian Pegunungan Kendeng asal Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang meninggal di Jakarta, dimakamkan Selasa malam (21/3/2017).
Mobil ambulans yang mengangkut jasad Patmi, dari Jakarta, pukul 20.20 WIB, disambut ratusan warga desa setempat yang sejak sore berkumpul di rumah keluarga Patmi di Desa Larangan RT 3 RW 1 dan disambut dengan isak tangis keluarga yang pecah setelah peti jenazah dibuka anggota keluarga.
Selanjutnya, Patmi dimakamkan di pemakaman desa setempat yang berjarak 1 kilometer dari rumah duka sekitar pukul 21.00 WIB.
Anak almarhumah, Sri Utami mengaku tidak ada firasat apa pun atas meninggalnya ibundanya. Ia sempat belum bisa merelakan kepergian ibunya, namun siang harinya bisa merelakan kepergiannya karena niatnya ke Jakarta memang berjuang.
Selain itu, Komnas Perempuan mendapat kesempatan menyampaikan sambutan yang diwakili Budi Wahyuni dan menyampaikan selamat jalan untuk almarhumah.
Di rumah duka, terlihat ucapan bela sungkawa lewat karangan bunga datang dari berbagai pihak, di antaranya dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kepala Staf Kepresidenan, Deputi V Kantor Staf Presiden, keluarga besar Walhi, Komnas Perempuan, YLBHI, Serikat Paguyupan Petani Qaryah Thayyibah, serta sejumlah politisi. (Ant)






























