Jakarta – Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah menyampaikan pidato politik program unggulan dengan tema pembangunan ekonomi, investasi, dan program rumah rakyat di Balai Kartini, Jakarta Pusat pada Minggu (27/11/2016).
Berikut pidato politik yang disampaikan AHY dihadapan para pendukungnya.
PIDATO POLITIK
AGUS HARIMURTI YUDHOYONO
BALAI KARTINI, 27 NOVEMBER 2016
Luar biasa sambutannya, luar biasa semangat kita semua.
Ini semangat untuk perubahan.
Perubahan Menuju Jakarta yang semakin maju aman, adil, bermartabat, dan sejahtera.
Bismillahirahmanirahiim
Assalamualaikum wr wb
Salam sejahtera untuk kita semua
Om swastiastu
Namo budaya
Yang saya hormati, saya cintai, dan saya banggakan seluruh warga Jakarta.
Selamat datang dan selamat bertemu kembali dengan saya dan Mpok Sylvi dalam pidato politik Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.
Kali ini saya akan menyampaikan bagaimana kami berdua menjabarkan program unggulan tentang “Pembangunan Ekonomi Investasi” dan juga program “Rumah Rakyat”.
Saya ingat beberapa hari lalu saya berdialog dengan sejumlah pelaku usaha diantaranya pengurus dan anggota Kadin DKI Jakarta. Saya diberitahu bahwa 90% anggota Kadin DKI adalah pengusaha UMKM. Sebagian dari mereka menggantungkan usahanya dari proyek-proyek pemerintah daerah.
Saat ini mereka sedang mengalami kesulitan karena Pemda DKI memberlakukan lelang konsolidasi. Contoh kecil lelang pengadaan alat tulis kantor atau ATK senilai 100 hingga 200 juta rupiah di tiap unit dalam sebuah instansi dikonsolidasi atau digabungkan menjadi lelang ATK untuk semua instansi sehingga nilai proyeknya melonjak tajam menjadi milyaran rupiah, betul itu? Akibatnya bagi para pengusaha kecil yang hanya memiliki modal ratusan juta rupiah tidak dapat mengikuti lelang itu, betul?
Secara otomatis lelang konsolidasi ini meminggirkan pengusaha-pengusaha kecil dan menengah yang justru jumlahnya paling banyak.
Apa akibatnya jika para pengusaha UMKM ini tidak mendapatkan peluang usaha yang baik? Tentu saja tiadanya pekerjaan mengakibatkan berkurangnya pendapatan betul? Sehingga bukan tidak mungkin pelan tapi pasti angka pengangguran akan melonjak tajam.
Oleh karena itu efisiensi anggaran memang penting tapi saya yakin kita bisa menemukan cara-cara untuk meningkatkan partisipasi para pengusaha kecil dan menengah dalam membantu merealisasikan APBD DKI bagi kesejahteraan bersama, pada saat yang sama saya yakin para pengusaha memiliki komitmen yang tinggi dalam transparansi dan juga good corporate governance, kuncinya adalah semua pelaku usaha mesti diberikan ruang dan peluang untuk mengembangkan usahanya, setuju tidak?
Saya juga teringat pertemuan beberapa hari lalu dengan komunitas investor pialang dan analis pasar saham, sebagian dari mereka masih muda lebih muda usianya dari saya, tapi di tangan mereka ada tanggung jawab investasi bernilai trilyunan rupiah.
Luar biasa.
Dua hal utama yang menjadi perhatian mereka adalah soal keberlanjutan dan kepastian dari usaha mereka serta keamanan dan ketertiban sosial di Jakarta.
Saya yakinkan pada mereka, saat warga Jakarta jika insya allah mempercayakan saya dan Mpok Sylvi untuk memimpin kami akan menjamin keberlanjutan program-program yang memang bermanfaat bagi rakyat banyak dan dunia usaha.
Ingat anggaran pembangunan dan belanja daerah merupakan hasil pembahasan bersama dengan DPRD DKI bukan anggaran pribadi yang bisa dihentikan seenaknya atas dasar suka atau tidak suka.
Tentu saja saya juga meyakinkan para investor pengusaha dan profesional ini tentang jaminan keamanan di Jakarta.
Saya faham sekali berbagai aspek pengamanan kota Jakarta.
Saya punya bekal pendidikan, penugasan, dan pengalaman lapangan militer baik di dalam maupun luar negeri selama 16 tahun, untuk melindungi masyarakat khususnya dalam satu tahun terakhir ini dalam kapasitas saya sebagai komandan batalyon pengaman ibu kota Jakarta, saya memahami betul seluk beluk tantangan keamanan di Jakarta. Selain itu tentunya saya sangat bersyukur ditunjang oleh pengalaman Mpok Sylvi yang selama 31 tahun mengabdikan dirinya sebagai birokrat yang andal yang melayani warga Jakarta.
Sodara-sodara sekalian kita mengetahui, ketika kita berkumpul di Balai Kartini Jakarta hari ini, suhu sosial dan politik kita sedang memanas.
Yang penting hati kita tetap adem, boleh agak memanas dikit yang penting jangan lupa untuk senyum dan bahagia,
terutama para jomblo yang belum dapat jodoh ini. Kalau saya menjadi gubernur saya juga insya allah akan membuka rumah aspirasi untuk para jomblo. Baik saya lanjutkan, saya amini doanya, segera dapat jodoh.
Tentu situasi ini bukan hanya terjadi di jakarta, tetapi tentu juga di seluruh tanah air.
Kita yakin, bapak presiden Jokowi & para pembantunya bisa mengatasi kemelut sosial & politik ini dengan baik baik dalam arti dapat diselesaikan secara damai, adil dan demokratis.
Kita tentu tidak ingin masalah awal yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan baik, cepat & tuntas, dengan tetap bertumpu pada supremasi hukum atau rule of law, menjadi melebar dan meluas.
Sehingga mengancam persatuan, kebhinnekaan dan persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa yang besar. Saya secara pribadi tentu menghimbau dan mengajak agar semua pihak untuk ikut serta berbuat untuk memulihkan suasana yang kurang baik ini.
Saya juga mengingatkan, jangan ada tindakan yang melampaui batas dari pihak manapun mari kita cegah terjadinya aksi kekerasan yang tidak perlu, utamanya di Jakarta yang kita cintai bersama. Jangan membawa permasalahan awal yang sebenarnya terang tersebut ke isu minoritas vs mayoritas, dan terlebih lagi ke isu SARA.
Kita ingat dulu, pasca krisis politik & ekonomi tahun 1998, negara kita dilanda oleh berbagai kerusuhan, kekerasan & konflik-konflik komunal. Sejarah mencatat, diperlukan waktu 7 tahun paling tidak untuk kembali memulihkan dan membuat politik kita stabil dan keamanan dalam negeri dapat terus terjaga.
Jangan lupakan sejarah ingat dulu, betapa tidak mudahnya kita mengatasi konflik komunal yang terjadi di Ambon, Poso, dan Maluku Utara. Juga sulitnya mengatasi permasalahan keamanan di Aceh dan Papua. Alhamdulillah, hingga tahun 2015 yang lalu, situasi politik, sosial dan keamanan Indonesia selama lebih dari satu dekade relatif terjaga. Langsung atau tidak langsung, saya terlibat dalam proses ini. Terutama dalam penugasan militer saya yang terakhir yaitu aktif menjaga stabilitas dan keamanan ibukota.
Kita tentu tidak berharap, karena kelalaian dan kesalahan kita, negara kita kembali dilanda konflik sosial, politik, dan konflik komunal. Karenanya, mari kita cegah bersama bencana politik, sosial & keamanan itu untuk tidak terjadi lagi.
Setuju? Satuju.
Saudara-saudara, mengapa saya memiliki keyakinan untuk bisa memimpin lebih baik dalam kemajemukan dan kebhinekaan masyarakat Jakarta?
Pertama, ketika saya mengikuti pendidikan di akademi militer Magelang, saya belajar tentang pendidikan dasar semua agama yang ada di Indonesia, agar kami bisa saling mengerti perbedaan masing-masing dan saling menghargai satu sama lain.
Kedua, di setiap penugasan sebagaimana prajurit TNI lainnya saya bisa dan biasa hidup berdampingan dalam kemajemukan dengan damai, tidak ada istilah menang-menangan baik mayoritas maupun minoritas itulah mengapa ada istilah TNI adalah benteng kebhinekaan dan NKRI. Karena selain pemimpin mayoritas harus menghargai minoritas pemimpin minoritas pun harus menghargai mayoritas.
Inilah sejatinya wajah indonesia dan wajah jakarta kita.
Insya Allah, jika saya terpilih menjadi gubernur, maka menjaga persatuan dalam kemajemukan serta memelihara stabilitas dan keamanan akan menjadi prioritas utama, karena saya meyakini merupakan prasyarat utama dalam pembangunan ekonomi dan sosial di jakarta.
Insya Allah, kita bisa
Together we are stronger,
Together we can
Bapak ibu, saudara-saudara yang saya muliakan,
Sebelum saya berbicara lebih lanjut mengenai tema besar pidato politik saya hari ini, ijinkan saya untuk mengingatkan kembali 10 program unggulan yang kami usung, apabila saya dan Mpok Sylvi diberikan amanah untuk memimpin Jakarta.
Kesepuluh program unggulan itu adalah :
Program 1 adalah bantuan langsung kepada golongan miskin dan kurang mampu.
Program 2 adalah pengurangan pengangguran dan penciptaan lapangan kerja.
Program 3 adalah peningkatan pendidikan dan kesejahteraan guru.
Kita baru saja memperingati hari guru nasional, tentu saya dan Mpok Sylvi ingin sekali meningkat kesejahteraan para guru di Jakarta.Kita semua tidak bisa hadir dan berdiri tegak, memiliki profesi yang baik dan kesuksesan tanpa jasa para guru.
Oleh karena itu mari kita selalu mengenang para guru dan memperhatikan kesejahteraannya.
Program 4 adalah peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Program 5 adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi, investasi, dan stabilisasi harga.
Program 6 adalah peningkatan pembangunan infrastruktur dan perumahan.
Program 7 adalah menjadikan jakarta sebagai kota pintar, kreatif dan ramah lingkungan (“smart, creative and green city”).
Program 8 adalah peningkatan keamanan kota dan kerukunan warga.
Program 9 adalah penegakan hukum dan keadilan bagi semua “justice for all”.
Dan yang terakhir, Program 10 adalah peningkatan kualitas pemerintahan dan birokrasi.
Saya dan Mpok Sylvi yakin bahwa 10 program unggulan tersebut realistis, achievable dan dapat menjawab permasalahan serta tantangan yang sangat krusial di Jakarta.
Dua minggu yang lalu, saat pidato politik di GOR Jakarta Utara, secara khusus telah saya sampaikan program konkrit untuk mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan, dan melakukan pemberdayaan komunitas.
Komitmen kami adalah :
Pertama, memberikan dana bergulir sebesar 50 juta rupiah untuk satu unit usaha. Ini bukan program bagi-bagi uang tapi benar-benar untuk menggerakan masyarakat yang saat ini belum memiliki pekerjaan, berada dalam kategori pengangguran terbuka untuk masuk ke lapangan pekerjaan memulai usahanya menyerap lapangan pekerjaan, akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka.
Kedua, memberikan Bantuan Langsung Sementara (BLS) sebesar 5 juta rupiah pertahun kepada satu keluarga miskin atau kurang mampu, baik yang memiliki lansia dan balita maupun tidak. Sekali lagi ini juga bukan program bagi-bagi uang, artinya ini adalah sebuah rasa simpati dan kepedulian kita bersama terhadap saudara-saudara kita yang hidupnya sangat sulit. Ini sifatnya sementara, dan mudah-mudahan tentu ini semua masih dalam kapasitas APBD Jakarta atas persetujuan dengan DPRD DKI Jakarta.
Ketiga, melakukan pemberdayaan komunitas RT-RW dengan anggaran 1 milyar Rupiah per-RW per-tahun.
Ini juga merupakan program, program untuk mengajak partisipasi aktif dari masyarakat yang ada dibawah. Mereka selama ini merasa diabaikan, tidak didengar aspirasinya. Tetapi melalui program ini, saya dan Mpok Sylvi berharap akan terjadi perubahan paradigma Jakarta, dimana rakyat dilibatkan, tidak hanya dalam konsep tetapi untuk meningkatkan kualitas hidup di lingkungannya.
Saya lanjutkan, kami bersyukur, bahwa warga Jakarta menyambut baik program-program pro-rakyat ini, ketika bertatap muka dengan warga mereka sangat antusias dan memberikan apresiasi seraya berharap agar program-program ini dapat segera direalisasikan secara tepat sasaran.
Terhadap berbagai kritik dan pertanyaan yang menyangsikan program ini dapat dijalankan, hari ini saya pastikan bahwa keseluruhan program tersebut dapat dijalankan dengan baik.
Mengapa? Program ini telah dirancang secara matang. Dan telah dikaji kelayakan penganggarannya melalui APBD. Insya allah, program yang diperuntukkan langsung bagi rakyat ini akan didukung oleh DPRD DKI.
Itu harapan kita bersama.
Bapak ibu, saudara-saudara, warga jakarta yang saya cintai dan saya banggakan,
Dalam acara town hall meeting ini, saya akan berbicara 3 hal yang amat penting, yaitu pembangunan ekonomi, investasi & program “Rumah Rakyat”.
Dalam pidato politik saya yang pertama, saya mengatakan bahwa banyak yang telah dicapai Jakarta, di bawah kepemimpinan gubernur-gubernur terdahulu.
Namun, dewasa ini tak sedikit permasalahan yang serius yang harus kita atasi bersama. Untuk itu, saya mengajak bapak ibu sekalian untuk melihat sekilas permasalahan ekonomi yang dihadapi jakarta saat ini :
Pertumbuhan menurun (growth).
Sektor riil tertekan (real economy).
PHK terjadi (lay off).
Harga-harga meningkat (inflation).
APBD tidak kredibel (fiscal situation).
Pelaku bisnis khususnya usaha kecil dan menengah (ukm) terpinggirkan (market).
Keyakinan investor menurun (investment).
Sebagian masyarakat gamang terhadap masa depannya (social situation). Galau, betul? Ini kok banyak yang galau disini?
Maka untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, saya dan Mpok Sylvi akan memprioritaskan berbagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jakarta melalui peningkatan investasi, belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga.
Mengapa pertumbuhan ekonomi menjadi prioritas?
Ya, karena banyak sekali permasalahan & kesulitan hidup rakyat yang diakibatkan oleh ekonomi yang tidak tumbuh dengan baik.
Saat ini, jakarta terus mengalami tekanan ekonomi, dimana pertumbuhannya makin melambat. Pada tahun 2013, pertumbuhan ekonomi berada pada angka 6,58 %. Lalu menurun cukup tajam, dimana pada semester pertama tahun 2016 menjadi 5,74 %.
Karena ekonomi tidak tumbuh baik lapangan pekerjaan tidak tercipta akibatnya banyak yang menganggur, nah yang menganggur pun ternyata bukan hanya kalangan bawah, tetapi termasuk pula kaum profesional & terdidik.
Orang yang menganggur tak punya penghasilan (income), ditambah dgn harga-harga yang sudah terlanjur naik, akibatnya sebagian rakyat tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Nah keadaan begini nih pasti menambah jumlah orang yang miskin.
Ekonomi yang melambat dan lesu, berarti sektor riil tidak tumbuh dengan baik, pasti mengakibatkan tidak tercapainya sasaran penerimaan pajak. Dan kalau sasaran penerimaan pajak tidak tercapai, maka berbagai target pembangunan ekonomi juga tidak akan tercapai. Setuju?
Di waktu yang lalu juga saya sampaikan, bahwa di Jakarta ini banyak paradoks. Satu di antaranya adalah ada golongan yang hidupnya makmur, atau amat kaya & bermewah-mewah, sementara ada pula golongan yang miskin & sangat miskin, yang untuk makan sehari-hari saja sangat sulit.
Tentu keadaan begini tidak adil kalau kita biarkan, dan tentunya rasa tak bermoral jika tidak kita atasi ketimpangan ini.
Nah, upaya mengatasi ketimpangan ekonomi ini, menurut saya bukan hanya konsep sosial & konsep keadilan, tetapi hakikatnya juga merupaka sebuah konsep ekonomi.
Saya kembali menegaskan, bahwa pertumbuhan ekonomi sangat penting. It is the necessary condition to overcome the economic problems.
Namun, saudara-saudara, pertumbuhan juga harus adil. Kita tentu senang kalau semakin banyak yang kaya. Tetapi, jangan lupa untuk membayar pajak dan peduli kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu.
Kelompok menengah atau middle class juga harus kita perhatikan & dorong untuk lebih maju dan semakin sejahtera.
Dan yang miskin kita bantu & dorong sehingga pada saatnya ke luar dari kemiskinan dan mampu mencukupi kebutuhannya sehari-hari.
Inilah falsafah & konsep besar tentang pertumbuhan ekonomi yang saya anut :
Pertumbuhan yang berkeadilan, growth with equity.
Tapi bagaimana cara kita meningkatkan pertumbuhan ekonomi jakarta 5 tahun mendatang?
Tentu ada banyak cara,
Menurut saya yang pertama adalah satu, melalui investasi & mengembangkan sektor riil.
Kami akan bangun iklim usaha & peluang investasi yang lebih baik agar lebih banyak lagi bidang usaha & proyek yang tersedia.
Salah satu contohnya, program “Rumah Rakyat” yang dalam 5 tahun mendatang akan membangkitkan ekonomi jakarta sekitar 900 triliun Rupiah yang akan saya uraikan pada bagian akhir pidato saya ini.
Saya tahu bahwa usaha itu, ada yang dijalankan oleh bisnis besar & ada juga yang mikro, kecil & menengah.
Sementara itu, ada bisnis yang dilakukan oleh negara (baik itu BUMN & BUMD) serta Swasta dan Koperasi.
Kami akan buka ruang & peluang untuk semua. Saya kira jakarta cukup luas untuk semua bisnis bisa berkembang.
Saya mendengar keluhan dari usaha mikro, kecil & menengah, yang seolah peluang bisnisnya tertutup karena kalah bersaing dengan usaha-usaha besar.
Kita tentu tidak ingin ada kepincangan & ketimpangan antar sesama pelaku bisnis.
Karenanya dengan perlakuan yang adil, harapan saya semua dapat kesempatan, dan semua bisa berkembang.
Saya ulangi, semua dapat kesempatan, dan semua bisa berkembang.
Terima kasih, luar biasa, nanti kita perlu satu sesi khusus untuk yel yel, akan saya pimpin sendiri.
Saya dalam kesempatan ini menginginkan peran pemerintah daerah yang proporsional di dalam pembangunan ekonomi Jakarta guna menjamin adanya keadilan dalam dunia usaha.
Masih berkaitan dengan investasi & dunia usaha, saya mendengar kekhawatiran bahwa jika saya terpilih menjadi gubernur, diisukan proyek-proyek infrastruktur akan saya hentikan.
Bahkan investasi & bisnis yang sudah mendapatkan izin katanya juga akan dibatalkan.
Perlu saya sampaikan disini, rumor itu 100 % tidak benar !
Itu sengaja diisukan, dilontarkan ke publik hanya untuk menghadirkan kecemasan dan ketidakjelasan atau uncertainty. Ini tidak baik bagi iklim usaha investasi di Jakarta tentunya. Oleh karena itu saya tegaskan sekali lagi bahwa isu tersebut tidak benar.
Saya dan Mpok Sylvi bukan tipe pemimpin yang akan begitu saja membatalkan & menghentikan proyek-proyek yang sedang berjalan.
Sifat & kebijakan model begitu berbahaya karena tidak ada kepastian hukum & usaha, akan dipertanyakan dimana business & legal certainty? Kalau jakarta diperlakukan seperti itu dunia usahanya.
Prinsip & kebijakan saya jelas.Kesinambungan atau Continuity & Perubahan atau Change.
Prinsip itu akan saya jalankan jika saya menjadi gubernur kelak. Insya Allah.
Cara kedua untuk tingkatkan pertumbuhan ekonomi adalah dengan meningkatkan Government Spending atau Belanja Pemerintah.
Dalam politik anggaran & kebijakan APBD Jakarta mendatang, saya ingin memastikan jumlah belanja pemerintah meningkat & penyerapannyapun akan kami tingkatkan.
Dengan belanja pemerintah yang makin besar, pertumbuhan ekonomi Jakarta dapat kita tingkatkan.
Kita ketahui bersama bahwa penyerapan APBD Jakarta untuk Tahun Anggaran 2015 kurang dari 75 %. Angka ini terlalu rendah. Ke depan, penyerapan anggaran harus kita tingkatkan.
Cara ketiga untuk tingkatkan pertumbuhan ekonomi adalah dengan menjaga & meningkatkan konsumsi rumah tangga atau household consumption.
Dalam kondisi ekonomi yang tidak baik seperti sekarang ini, saya ingin memastikan konsumsi rumah tangga terjaga secara baik. Itulah sebabnya, saya akan menggulirkan 3 program pro-rakyat yang telah saya sampaikan tadi.
Dengan program ini, daya beli masyarakat akan terjaga. Daya beli semakin kuat akan meningkatkan permintaan barang dan jasa, yang itu juga berarti sektor riil akan semakin bergairah.
Jadi saya ulangi lagi bahwa dengan ketiga cara itu:
1. Meningkatkan investasi
2. Meningkatkan belanja pemerintah
3. Meningkatkan konsumsi rumah tangga
Maka saya menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi meningkat dari 6,0% tahun 2016 menjadi 7,1% di tahun 2022.
Pada saat yang sama, kesenjangan akan kami tekan sehingga indeks gini menurun dari 0,41 di tahun 2016 menjadi 0,35 pada tahun 2022.
Dengan target-target ini saya ingin mengajak seluruh dunia usaha untuk berinvestasi di Jakarta, oleh karena itu saya mengajak :
• Kadin Jakarta, apakah ada perwakilan Kadin?
• HIPMI Jakarta
• REI Jakarta
• APERSI Jakarta
• Dan seluruh pelaku ekonomi di bidang :
Infrastruktur
Jasa-jasa
Industri
Pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan
Transportasi
Teknologi informasi & komunikasi
Industri kreatif
Hotel & pariwisata
Ritel
Makanan & Minuman
Serta yang lainnya.
Mari kita bersama-sama membangun perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan warga Jakarta.
Bapak Ibu, saudara-saudara, warga Jakarta yang saya cintai dan saya banggakan,pada bagian akhir pidato politik ini, saya akan menjelaskan sebuah inisiatif baru tentang pembangunan Jakarta.
Program ini saya sebut sebagai program “Rumah Rakyat”.
Mengapa saya menghendaki program Rumah Raykat ini. Boleh saya cerita sedikit? Boleh curhat sedikit? Begini saudara-saudara sekalian dulu, saya waktu masih kecil, saya beserta adik, Mas Ibas dan kedua orang tua saya, tinggal di sebuah tangsi militer di daerah Dayeuh Kolot, Bandung. Ketika itu, rumah dinas kami sangat kecil dan tidak memiliki kamar mandi sendiri, true story ini, namanya juga anak kolong. Mungkin bagi sebagian Bapak Ibu disini sulit membayangkan tinggal di lingkungan yang harus berbagi kamar mandi dengan para tetangga. Saya yakin, saat ini, sebagian Bapak Ibu yang hadir disini, memiliki kamar mandi di rumahnya masing-masing bahkan di kamar tidurnya sendiri.
Saat itu, Ibunda saya tercinta Ibu Ani, sampai hafal jadwal para tetangganya menggunakan kamar mandi, sanking seringnya harus menunggu giliran.
Dengan demikian, kalau saya saja mampu merasakan betapa sulitnya tidak memiliki kamar mandi di rumahnya sendiri, tentu saja saya pun mampu membayangkan sulitnya orang yang tidak memiliki rumah.
Oleh karena itu, persoalan pembangunan perumahan rakyat, saya pandang sebagai agenda dan prioritas penting dalam pembangunan Jakarta.
Berdasarkan hasil kajian, pendalaman, dan juga interaksi saya dan Mpok Sylvi dengan warga Jakarta, saya menemukan sejumlah permasalahan perumahan warga jakarta meliputi:
Pertama, total kekurangan atau backlog perumahan di jakarta adalah lebih dari 300.000 unit, dan akan terus bertambah, jika kekurangan tersebut tidak segera diatasi.
Kedua, kepemilikan rumah di jakarta baru 47% diluar ini mereka harus mengontrak indekos, atau menumpang.
Ketiga, yang paling krusial adalah banyaknya kawasan pemukiman kumuh di Jakarta yaitu sekitar 1.000 hektar yang lokasinya tersebar di 13 sungai yang ada di Jakarta.
Selama ini penataan kawasan pemukiman kumuh hampir selalu dilakukan dengan cara penggusuran.
Akibatnya, justru terjadi proses pemiskinan karena warga yang tadinya memiliki rumah menjadi penyewa.
Ketika warga tersebut tidak mampu menyewa, mereka harus meninggalkan tempat, betul tidak? Selain itu, warga terputus dari mata pencaharian yang telah lama mereka jalani.
Saya dan Mpok Sylvi berkeliling ke berbagai kawasan hunian padat dan kumuh, ada satu hal yang selalu kami temui , yaitu ketakutan massal akan penggusuran, mereka tahu persis begitu mereka digusur, mereka akan kehilangan kepemilikan dan penghidupan mereka.
Ketakutan ini merata dimana-mana.
Bagaimana mungkin warga takut pada Pemerintah Daerahnya sendiri? Bagaimana mungkin Pemda menjadi momok bagi warganya sendiri?
Tentu saya ingin sekali menghadirkan solusi untuk mengatasi permasalahan perumahan tersebut.
Untuk itu, saya dan Mpok Sylvi menawarkan program “Rumah Rakyat”
Saya ulangi
program “Rumah Rakyat”
Kalau ada yang bertanya, lalu apa bedanya program “Rumah Rakyat” ini dengan konsep penataan kawasan kumuh selama ini, maka dapat saya jelaskan bahwa :
• Program ini akan saya jalankan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Membangun tanpa menggusur.
2. Membangun di lokasi yang sama dengan istilah on site upgrading. ini juga yang direkomendasikan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa bahwa untuk menata kembali lingkungan menjadi semakin baik kualitas hidupnya, maka lakukanlah sebisa mungkin di lokasi yang sama. On Site Upgrading.
3. Membangun dengan melibatkan komunitas setempat. Setuju? Komunitas setempat harus diberdayakan harus dilibatkan because we are not only building “houses” but also “homes”. Bukan rumah secara fisiknya saja tetapi menjadi tempat yang nyaman untuk berlindung dan untuk mencapai cita-citanya.
4. Masyarakat akan tetap memiliki rumah, bukan menyewa. Artinya sebisa mungkin bentuknya adalah RUSUNAMI bukan RUSUNAWA.
5. Harus tersedia tempat untuk mengembangkan usahanya.
6. Pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi :
Secara Mikro, kawasan itu harus dibangun dengan sarana dan prasarana yang lengkap meliputi: air bersih, listrik, sanitasi, tempat pengelolaan sampah, termasuk berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial yang diperlukan.
Secara Makro, kawasan dibangun terintegrasi dengan sistem transportasi, komunikasi, maupun sistem-sistem ruang kehidupan jakarta.
7. Program “Rumah Rakyat” juga harus dilakukan skema pembangunan dilaksanakan melalui kolaborasi yang baik antara Pemda, BUMD, dan Swasta. Ingat semua menjadi stakeholders yang penting, semua menjadi bagian yang penting, dari upaya besar kita untuk meningkatkan kualitas masyarakat di Jakarta.
• Adapun sasaran program “Rumah Rakyat” ini meliputi:
1. Lahan seluas 390 hektar dengan fokus penataan daerah kumuh dan banjir yang berlokasi di sekitar 13 sungai di jakarta.
2. Pembangunan 700 menara rumah susun atau sebanyak 300.000 hunian dan 3.000 tempat usaha.
3. Pembangunan hunian menengah dan fasilitas-fasilitas komersial.
• Secara keseluruhan, program “Rumah Rakyat” akan menggerakkan ekonomi Jakarta secara signifikan, ini penting bagi para investor, alasannya begini :
1. Dibutuhkan untuk merealisasikan program itu adalah investasi langsung selama 5 tahun sebesar 300 triliun rupiah yang terdiri dari 75 triliun rupiah yang disediakan oleh Pemda dan 225 triliun rupiah melalui kerjasama dengan Swasta. Kadin tolong dicatat, REI tolong dicatat, HIPMI tolong dicatat, asosiasi-asosiasi lain yang terkait tolong dicatat. Disebarluaskan pada yang lainnya bahwa peluang akan kita buka, kemungkinan peningkatan ekonomi nyata adanya, dan semua ini menggerakan secara signifikan ekonomi di Jakarta.
2. Menggerakkan ratusan jenis industri dan jasa terkait senilai 600 triliun Rupiah secara keseluruhan program ini akan dapat menghasilkan multiplier effect sebesar 900 triliun Rupiah.
3. Artinya barangtentu ini akan menciptakan kesempatan kerja sebanyak-banyaknya yaitu hampir 3 juta orang per 5 tahun atau 600.000 orang per tahun.
I DO BELIEVE, saya yakin betul program “Rumah Rakyat” ini merupakan jawaban dan solusi terbaik bagi warga Jakarta dalam rangka memecahkan permasalahan penataan kota ini.
Bapak ibu, saudara-saudara sekalian yang saya cintai dan saya banggakan,
Kesimpulan besar yang dapat kita ambil dari tema ekonomi, investasi & program “Rumah Rakyat” ini adalah :
1. Butuh stabilitas dan keamanan untuk dapat fokus pada pembangunan ekonomi Jakarta.
2. Pertumbuhan harus berkeadilan, growth with equity.
3. Pertumbuhan ekonomi dapat ditingkatkan melalui peningkatan investasi, belanja pemerintah dan juga household consumptions atau konsumsi rumah tangga.
4. Pembangunan harus ditujukan untuk semua, development for all, tidak hanya justice for all. Semua mendapatkan kesempatan yang baik, dan semua berkembang menjadi lebih baik lagi.
5. Melalui program “Rumah Rakyat”, insya allah kita dapat membangun tanpa harus melukai hati rakyat dengan penggusuran. Selain itu, tentu kita dapat pula menggerakkan roda perekonomian Jakarta secara signifikan.
Bapak Ibu sekalian yang saya cintai dan banggakan,
Saya ingin menutup pidato politik ini, masih semangat semuanya? Saya ulangi, izinkan saya sebuah kisah, menceritakan kembali pertemuan saya dengan lebih kurang 100 ibu-ibu muda, termasuk istri saya tentunya, jadi ibu-ibu tersebut mewakili wajah kelas menengah di Jakarta.
Mereka cerdas, berpendidikan tinggi, dan paling penting adalah peduli pada lingkungan.
Banyak diantara mereka yang memiliki usaha sendiri, membuka lapangan kerja bagi orang lain, maupun terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat bagi banyak warga Jakarta.
Mereka ingin ketemu saya untuk mendengar bagaimana kelak saya dan Mpok Sylvi membuat ‘Jakarta Semakin Ramah Perempuan’.
Saya masih ingat salah seorang dari mereka bertanya soal kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual di tempat umum. hal-hal ini menghalangi perempuan untuk berkontribusi maksimal bagi masyarakat, betul? Betul yang perempuan ini? padahal potensi kaum Wanita kaum Perempuan di Jakarta amatlah besar.
Lalu, apa hubungan semua itu dengan pembangunan ekonomi investasi dan program “Rumah Rakyat” yang saya uraikan sebelumnya?
Bagi saya dan Mpok Sylvi membangun Jakarta bukan sekedar dicerminkan oleh angka-angka statistik, membangun Jakarta haruslah terefleksi dalam kebahagiaan, rasa nyaman, dan juga rasa aman bagi warga Jakarta. Tentunya termasuk untuk perempuan dan anak-anak kita.
Setuju? Satuju?
Cocok? Cucok?
Insya allah, bila kami terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, kami akan berupaya dengan serius dan sekuat tenaga menghadirkan kebahagiaan, rasa nyaman, rasa aman serta keadilan sosial bagi warga Jakarta dalam pembangunan ekonomi kerakyatan.
Insya allah saya dan Ibu Sylvi akan membangun ekonomi keraykatan untuk kita semua.
Mengapa untuk semua?
Karena Jakarta adalah milik kita semua.
Jakarta untuk Rakyat.
Demikian pidato politik saya, terima kasih atas sambutan yang luar biasa, terima kasih atas semangat dan energinya, Ini semua sepertinya kelebihan tenaga sepertinya, harus disalurkan dengan sebaik-baiknya.
Boleh saya tutup dengan pantun?
Saya tidak boleh ketinggalan dari Mpok Sylvi.
Tidak asli Betawi, tetapi saya sudah merasa menjadi bagian dari keluarga Jakarta.
Jalan-jalan ke Pasar Minggu
Jangan lupa naik Kopaja
Mantapkan hati untuk nomor SATU
Agus Sylvi untuk Jakarta aman dan sejahtera!
Terima kasih!
Tuhan beserta kita.
Wabilahitaufiq wal hidayah wassalamualaikum wr wb. (Adv/A1)































