Jakarta – Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) mengembangkan Program Pengelolaan Keamanan Pangan di Pondok Pesantren untuk menurunkan angka kesakitan.
Ketua Tim Pengmas FKM UI Atik Nurwahyuni mengungkapkan bahwa minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke pondok pesantren sangat meningkat saat ini. Jumlah pondok pesantren di Indonesia terus bertambah seiring minat masuk pesantren yang tinggi. Hal ini harus diapresiasi karena menunjukkan keinginan yang kuat para orang tua menyiapkan putra-putrinya menjadi generasi penerus bangsa yang tidak hanya handal dalam ilmu pengetahuan umum namun kuat dalam pemahaman dan pengamalan ilmu agamanya.
“Menjaga santri tetap sehat adalah langkah yang sangat penting untuk menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar yang efektif,” ujar Atik Nurwahyuni dalam rilis yang diterima redaksi sahabatrakyat-com-575929.hostingersite.com pada Senin, (10/12/2019).
“Hampir di semua Pondok Pesantren masalah yang ada adalah rentannya santri dari penyakit menular seperti scabies, ISPA, Gastritis, diare, muntaber, tifoid, hepatitis A, cacar, bahkan keracunan makanan. Padahal sebagian besar penyakit tadi dapat dicegah melalui pengelolaan makanan yang aman dan higienis di pondok pesantren” ujar Atik lagi.
Menurut Atik, Pengelolaan makanan di Pondok Pesantren relatif unik jika dibandingkan dengan pengelolaan makanan di tempat yang lain mengingat jumlah penjamah/penyedia makanan dan konsumen (santri) yang cukup banyak. Sanitasi dan Higienitas pengelolaan makanan di pondok pesantren sangat dipengaruhi oleh perilaku dan komitmen 3 kelompok yaitu Pengurus Pondok, Pengelola Makanan, dan Santri. Penyadaran pentingnya perilaku sanitasi dan higienis di Pondok Pesantren menjadi tantangan tersendiri mengingat jumlah santri yang cukup banyak dan sudah kuatnya sistem yang berlaku di Pondok. Perlu adanya Media Edukasi yang tepat bagi ketiga kelompok tersebut.
“Dalam pengabdian masyarakat ini, program dikembangkan berdasarkan kebijakan pemerintah dan memanfaatkan hasil penelitian penyelenggaraan makan di Pondok Pesantren yang kemudian akan dikonfirmasi kepada Pondok Pesantren,”jelasnya.

Program pengelolaan keamanan pangan ini meliputi sosialisasi keamanan pangan kepada penjamah makanan (yang memasak) dan santri melalui pembuatan poster-poster dan penyuluhan langsung, penyuluhan kesehatan kepada santri senior yang nantinya akan membuat materi dan memberikan edukasi kepada adik kelasnya, sosialisasi dan pembekalan materi kepada pengurus Balai Kesehatan Santri Masyarakat (BKSM) yang berperan sebagai motor penggerak pengelolaan keamanan pangan di pondok pesantren, serta advokasi kepada pimpinan pondok pesantren.
Selanjutnya, upaya memasukkan program ke dalam kegiatan resmi pondok pesantren menjadi prioritas guna menjaga keberlangsungan dan efektifitas program. Sebagai langkah awal, program ini diselenggarakan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 pada bulan Juni sampai November 2019. (A1)

































