JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui integrasi sistem pengadaan perusahaan dengan platform Pasar Digital UMKM (PaDi UMKM). Langkah ini dilakukan untuk membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal agar dapat terlibat dalam rantai pasok perusahaan sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas proses pengadaan barang dan jasa.
Integrasi tersebut dilakukan dengan menghubungkan Integrated Procurement System (IPS), yakni sistem internal Agrinas Palma untuk mengelola dan mencatat proses pengadaan, dengan platform PaDi UMKM. Melalui sistem ini, proses pengadaan diharapkan berjalan lebih efektif dan efisien, mulai dari pemesanan barang atau jasa hingga pembayaran.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Agrinas Palma dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Penandatanganan berlangsung dalam kegiatan Business Matching Road to PaDi Business Forum & Showcase 2026 di Ballroom The Gade Tower, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kementerian UMKM Republik Indonesia, Loto Srinaita Ginting, serta Deputi Bidang SDM Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Wahyu Setiawan.
PKS ditandatangani Kepala Divisi Pengadaan Agrinas Palma, Ferdinandus Baskoro H.S.W., bersama Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa. Penandatanganan disaksikan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Agrinas Palma, Erry Herman. Hadir pula Managing Director, Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia, Ricardo Irwan Rei, serta CEO PaDi UMKM, Jimmy Karisma Ramadhan.
Dalam perbincangannya dengan Erry Herman, Loto Srinaita Ginting menyoroti besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memenuhi kebutuhan pengadaan perusahaan. Menurutnya, kebutuhan barang dan jasa Agrinas Palma ke depan dapat menjadi pasar potensial bagi UMKM maupun penyedia usaha lokal dengan skala yang lebih besar.
“Kebutuhan belanja barang dan jasa Agrinas Palma ke depan cukup besar. Ini membuka peluang bagi UMKM hingga penyedia usaha lokal berskala lebih besar untuk menjadi pemasok perusahaan,” ujar Loto.
Senada dengan itu, Wahyu Setiawan menilai perluasan akses UMKM ke dalam rantai pasok badan usaha milik negara (BUMN) dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. UMKM memperoleh kesempatan mengembangkan usaha melalui kemitraan yang berkelanjutan, sedangkan perusahaan mendapatkan alternatif pemasok yang andal dan kompetitif.
“Kami berharap kegiatan ini membuka akses yang lebih luas bagi UMKM untuk masuk ke rantai pasok BUMN. Melalui kemitraan yang saling menguntungkan, UMKM memiliki ruang untuk berkembang, sementara BUMN memperoleh pemasok yang andal. BP BUMN mendukung dan mengapresiasi upaya memperkuat kolaborasi ini,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Agrinas Palma, Erry Herman, menegaskan bahwa perluasan kemitraan dengan UMKM harus berjalan seiring dengan penguatan tata kelola pengadaan perusahaan. Integrasi IPS dengan PaDi UMKM diharapkan tidak hanya mempermudah proses administrasi, tetapi juga memastikan setiap tahapan pengadaan dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan.
“Melalui integrasi IPS dengan PaDi UMKM, kami ingin memastikan kebutuhan operasional perusahaan dipenuhi secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi UMKM untuk tumbuh bersama Agrinas Palma,” ujar Erry.
Secara teknis, kedua sistem diintegrasikan melalui mekanisme Open Application Programming Interface (Open API). Teknologi tersebut memungkinkan transaksi yang dilakukan melalui PaDi UMKM tercatat secara langsung dalam sistem IPS tanpa harus memasukkan ulang data secara manual.
Dengan integrasi ini, rangkaian proses pengadaan, mulai dari pemesanan, serah terima barang atau jasa, hingga pembayaran, diarahkan untuk terhubung dalam satu alur sistem. Mekanisme tersebut diharapkan memudahkan perusahaan dalam menelusuri setiap transaksi sekaligus mengurangi potensi kesalahan akibat penginputan data berulang.
PaDi UMKM merupakan platform pengadaan digital yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli dari kalangan BUMN maupun perusahaan swasta. Platform ini diinisiasi oleh Kementerian BUMN dan dikembangkan oleh Telkom Indonesia sebagai salah satu upaya memperluas keterlibatan UMKM dalam aktivitas pengadaan perusahaan.
Hingga September 2026, nilai transaksi Agrinas Palma melalui PaDi UMKM tercatat mencapai Rp5,59 miliar dengan jumlah 353 pesanan pembelian atau purchase order (PO). Capaian tersebut menunjukkan adanya aktivitas kemitraan antara perusahaan dan pelaku usaha melalui platform digital tersebut.
Dalam pelaksanaannya, Agrinas Palma membuka peluang kemitraan bagi UMKM daerah hingga penyedia barang dan jasa lokal berskala lebih besar di wilayah operasional perusahaan yang membentang dari Sumatera hingga Papua.
Perusahaan juga mengutamakan penggunaan produk dalam negeri dengan tetap memperhatikan sejumlah aspek, antara lain kualitas barang dan jasa, kewajaran harga, ketepatan waktu pemenuhan kebutuhan, serta integritas pemasok.
Seluruh proses pengadaan dilaksanakan secara terbuka dan kompetitif sebagai bagian dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik. Melalui integrasi sistem dan perluasan kemitraan tersebut, Agrinas Palma berharap dapat memperkuat rantai pasok perusahaan sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang dan meningkatkan daya saing. (Adv)

















