Palangka Raya – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membangun 50 rumah untuk 50 Kepala Keluarga (KK) Desa Tumbang Sepan, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang menjadi korban ablasi atau pengikisan tanah akibat aliran sungai dalam hal ini Sungai Manuhing.
“Secara simbolis, pembangunan ini baru saja masuk tahap groundbreaking pembangunan di Tumbang Sepan. Rumah baru program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman ini berupa Rumah Khusus,” kata Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong di Kuala Kurun, Jumat.
Dia mengatakan bahwa sejak 2017, Pemkab Gumas telah secara intensif mengajukan proposal usulan pembangunan Rumah Khusus kepada Pemerintah Pusat. Bupati Gunung Mas yang menjabat periode kedua ini bersyukur karena pada 2026 ini aspirasi masyarakat resmi direalisasikan.
“Usulan itu berawal dari kondisi warga. Sejumlah rumah di pinggiran Sungai Manuhing rusak berat, bahkan hanyut terbawa arus akibat abrasi, sehingga warga kehilangan tempat tinggal yang aman,” kata Jaya Monong.
Ia menegaskan, pembangunan Rumah Khusus yang dimulai hari ini bukanlah proses instan, melainkan buah dari perjuangan panjang sekaligus bentuk kehadiran pemerintah dalam merespons kejadian yang dialami warga.
Selain Rumah Khusus, kata Jaya, kabupaten ini juga mendapat bantuan bedah rumah dari Pemerintah Pusat, yakni program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Tahun ini, alokasinya sebanyak 227 unit yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten.
Untuk mendapatkan dukungan serupa, tim perumahan daerah diminta lebih cepat, sigap, dan responsif menyusun data teknis serta proposal usulan program strategis kepada pemerintah pusat maupun provinsi, termasuk penanganan kawasan permukiman kumuh.
Sementara itu, pembangunan 50 unit Rumah Khusus ini dikerjakan melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalimantan, sedangkan PT Awan Mitra Aditya bertindak sebagai kontraktor pelaksana.
Kepada kontraktor pelaksana, konsultan supervisi, dan konsultan perencana diminta agar bekerja dengan kualitas terbaik, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran. Bangunan ini menjadi harapan baru bagi penerima manfaat.
Bupati Gumas itu mengajak seluruh warga penerima manfaat dan masyarakat Desa Tumbang Sepan, agar mendukung kelancaran pembangunan, serta ikut menjaga bangunan Rumah Khusus itu bersama-sama setelah selesai dibangun.
Selain itu, Pemkab Gumas menyampaikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) ULP Palangka Raya Barat. Berkat sinergi, jaringan listrik kini terpasang dan dinikmati masyarakat Tumbang Sepan dan Desa Bereng Balawan Kecamatan Manuhing.
“Kehadiran listrik PLN tentu menjadi babak baru dalam mendorong roda perekonomian, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan warga di wilayah pelosok,” kata Jaya. (Rls)


























