Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyiapkan lima program strategis pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana Sumatra guna memastikan keberlanjutan proses pembelajaran dan kesiapan siswa kelas 12 SMA atau yang sederajat menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Oktober 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan mendikdasmen, dalam Konferensi Pers terkait Progres Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang berlangsung di Ruang Rapat Posko Satgas PRR, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Mendikdasmen mengatakan, fokus utama pemulihan dimulai dari perbaikan infrastruktur fisik sekolah yang terdampak.

“Program pertama yakni pembangunan kembali sekolah yang rusak ringan maupun berat,” katanya.

Selain perbaikan gedung, Kemendikdasmen juga memberikan dukungan fasilitas fisik, pendampingan mental, hingga penguatan kapasitas bagi tenaga pendidik dan peserta didik.

“Program kedua pemenuhan sarana pembelajaran, dan ketiga pemberian insentif, pelatihan mitigasi, pelatihan psikososial,” ujarnya.

Mendikdasmen mengatakan,  program pendampingan operasional dan akademis terus dimaksimalkan, khususnya bagi siswa tingkat akhir yang akan menghadapi evaluasi pembelajaran.

“Program keempat dengan bantuan untuk satuan pendidikan dan dukungan belajar, serta kelima memastikan kegiatan belajar kelas 12 sudah siap menghadapi Tes Kompetensi Akademik pada Oktober,” tegasnya.