MAKASAR– Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mempercepat hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan sebagai strategi mendorong Indonesia menjadi kekuatan utama ekonomi dunia. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Sidang Dewan Pleno (SDP) HIPMI 2026 di Makassar, Minggu (15/2/2026).
Dalam forum yang dihadiri pengusaha muda dari berbagai daerah itu, Mentan menegaskan bahwa transformasi ekonomi berbasis nilai tambah menjadi agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, serta deregulasi guna mempercepat investasi dan produksi nasional.
Amran mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil mencatat swasembada pangan dalam waktu tercepat sepanjang sejarah, meskipun dihadapkan pada tantangan perubahan iklim dan percepatan target produksi. Capaian tersebut didukung sinergi lintas kementerian, pelaku usaha, serta dukungan kebijakan strategis pemerintah.
Data menunjukkan produksi dan cadangan beras nasional berada pada level tertinggi sejak kemerdekaan. Sektor pertanian juga tumbuh 10,52 persen dan menjadi salah satu penopang utama Produk Domestik Bruto (PDB). Indonesia bahkan memperoleh apresiasi dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) atas kontribusinya dalam memperkuat sistem pangan global.
Memasuki fase berikutnya, pemerintah menargetkan hilirisasi besar-besaran dengan dukungan anggaran mencapai Rp371 triliun dalam tiga tahun ke depan. Menurut Amran, hilirisasi menjadi kunci peningkatan nilai tambah komoditas unggulan nasional.
Ia mencontohkan komoditas kelapa, di mana Indonesia merupakan produsen terbesar dunia. Dengan pengolahan lanjutan menjadi produk turunan seperti santan dan air kelapa kemasan, nilai ekonomi dinilai dapat meningkat berkali lipat. Potensi serupa juga terdapat pada gambir yang sebagian besar bahan bakunya dikuasai Indonesia, serta crude palm oil (CPO) yang pangsa pasarnya mendominasi perdagangan global.
Pada sektor kelapa sawit, strategi penguatan biofuel dinilai mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus mengurangi ketergantungan impor energi. Kebijakan fleksibilitas penyerapan untuk kebutuhan domestik maupun ekspor disebut sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan penerimaan negara.
Mentan menegaskan bahwa peran pengusaha muda sangat krusial dalam menggerakkan transformasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan hilirisasi dan penguatan daya saing nasional sangat ditentukan oleh keberanian dan inovasi generasi muda pelaku usaha.
“Pengusaha muda adalah motor penggerak ekonomi. Masa depan republik ini ditentukan oleh keberanian kita mengolah sumber daya sendiri dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri,” tegasnya. (**)