SAHABAT RAKYAT, Jakarta – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menandatangani serangkaian kesepakatan strategis untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi sebagai bagian dari transisi energi nasional.
Kesepakatan ini merupakan komitmen kedua perusahaan dalam mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission pada 2060 dan Enhanced National Determined Contribution (ENDC) 2030, sekaligus memperkuat bauran energi baru terbarukan di Indonesia.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan PLN IP berkomitmen menjadi penggerak utama percepatan pengembangan energi bersih di Indonesia.
“Kami percaya bahwa pengembangan panas bumi bukan hanya solusi jangka panjang untuk penyediaan energi yang andal dan berkelanjutan, tetapi juga wujud nyata kontribusi BUMN dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon. Melalui konsorsium ini, kami memastikan proses pengadaan dan pembangunan dilakukan secara efisien, transparan, dan berorientasi pada hasil,” ujar Bernardus dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (18/8/2025).
Sebagai tindak lanjut HoA, PLN IP dan PGE membentuk konsorsium untuk mengerjakan proyek PLTP Ulubelu Binary Unit berkapasitas 30 MW di Provinsi Lampung dan PLTP Lahendong Binary Unit berkapasitas 15 MW di Sulawesi Utara. Kedua proyek tersebut saat ini dalam proses pengadaan Independent Power Producer (IPP) di PT PLN (Persero) dan akan membentuk Joint Venture Company (JVC) setelah menerima Surat Penunjukan dari PLN.
Kedua proyek itu menjadi bagian dari pengadaan pembelian tenaga listrik oleh PT PLN (Persero) untuk wilayah Sumatera dan Sulawesi. Sinergi BUMN ini diharapkan mempercepat pengembangan energi baru terbarukan dan memperkuat ketahanan energi nasional. (red)



























