SAHABAT RAKYAT – Hari Asyura, tanggal 10 Muharram, bukanlah hari biasa dalam kalender Islam. Lebih dari sekadar peringatan, Asyura adalah hari penuh keistimewaan. Pada hari ini, Allah SWT kerap membuktikan pertolongan-Nya bagi para nabi dan umat-Nya. Asyura menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting yang sarat makna.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan di Hari Asyura. Tujuannya adalah untuk meraih berkah, ampunan, dan pertolongan luar biasa dari Allah SWT. Asyura adalah momentum tepat untuk merenungkan kebesaran Allah dan meneladani kisah para nabi.
Lalu, apa saja peristiwa penting yang terjadi di Hari Asyura? Selain kisah Nabi Musa dan Nabi Nuh, ada banyak momen bersejarah lain yang terjadi pada tanggal 10 Muharram. Melansir dari berbagai sumber, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Keistimewaan Hari Asyura
Hari Asyura memiliki akar sejarah yang panjang dan kaya. Jauh sebelum Islam datang, masyarakat Arab Jahiliyah telah mengenal dan menghormati hari ini. Mereka berpuasa dan melakukan berbagai ritual sebagai bentuk penghormatan. Ketika Islam datang, Rasulullah SAW melanjutkan tradisi puasa Asyura, bahkan menjadikannya sebagai salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan.
Keistimewaan Hari Asyura semakin bertambah dengan berbagai peristiwa penting yang terjadi pada hari tersebut. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Allah SWT memberikan pertolongan kepada para nabi dan menyelamatkan mereka dari kesulitan pada Hari Asyura. Hal ini semakin mengukuhkan kedudukan Asyura sebagai hari yang penuh berkah dan rahmat.
Sementara itu, puasa Asyura sendiri memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu. Adapun bunyinya dalam hadis yakni sebagai berikut,
“Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar Ia menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim).
Kisah Penyelamatan Nabi Musa AS
Kisah Nabi Musa AS adalah salah satu peristiwa paling terkenal yang dikaitkan dengan Hari Asyura. Pada tanggal 10 Muharram, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya. Fir’aun adalah raja yang zalim dan mengaku sebagai tuhan. Ia menindas kaum Bani Israil dan berusaha membunuh Nabi Musa AS.
Ketika Nabi Musa AS dan kaumnya terdesak di tepi Laut Merah, Allah SWT memberikan mukjizat. Laut Merah terbelah menjadi dua, sehingga Nabi Musa AS dan kaumnya dapat menyeberang dengan selamat. Sementara itu, Fir’aun dan bala tentaranya tenggelam di Laut Merah ketika mencoba mengejar Nabi Musa AS.
Sebagai ungkapan syukur atas pertolongan Allah SWT, Nabi Musa AS berpuasa pada Hari Asyura. Kemudian, Rasulullah SAW meneladani puasa Nabi Musa AS dan menganjurkan umatnya untuk melakukan hal yang sama.
Berlabuhnya Kapal Nabi Nuh AS
Selain kisah Nabi Musa AS, Hari Asyura juga dikaitkan dengan kisah Nabi Nuh AS. Setelah berlayar selama berbulan-bulan menghadapi banjir besar, kapal Nabi Nuh AS akhirnya berlabuh di Bukit Judi pada tanggal 10 Muharram. Banjir besar tersebut merupakan azab dari Allah SWT kepada kaum Nabi Nuh AS yang ingkar dan tidak mau beriman.
Nabi Nuh AS dan para pengikutnya selamat dari banjir tersebut karena mereka beriman kepada Allah SWT dan mengikuti perintah-Nya. Setelah berlabuh, Nabi Nuh AS dan para pengikutnya memulai kehidupan baru di bumi. Mereka membangun peradaban dan menyebarkan ajaran tauhid.
Peristiwa berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS menjadi simbol keselamatan dan harapan bagi umat manusia. Ini juga menjadi pengingat akan pentingnya beriman kepada Allah SWT dan mengikuti perintah-Nya.
Taubatnya Nabi Adam AS Diterima
Nabi Adam AS, manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT, juga memiliki keterkaitan dengan Hari Asyura. Setelah melakukan kesalahan dengan memakan buah khuldi di surga, Nabi Adam AS diturunkan ke bumi. Ia merasa sangat bersalah dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS pada Hari Asyura. Ini menunjukkan betapa Maha Pengasih dan Maha Penyayangnya Allah SWT. Meskipun Nabi Adam AS telah melakukan kesalahan, Allah SWT tetap memberikan ampunan kepadanya.
Peristiwa diterimanya taubat Nabi Adam AS menjadi pelajaran bagi umat manusia. Bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, namun Allah SWT selalu membuka pintu ampunan bagi mereka yang bertaubat dengan sungguh-sungguh.
Nabi Yunus AS Selamat dari Perut Ikan Paus
Nabi Yunus AS adalah seorang nabi yang diutus oleh Allah SWT untuk berdakwah kepada penduduk Ninawa. Namun, penduduk Ninawa menolak ajakan Nabi Yunus AS dan tetap dalam kesesatan. Karena kesal, Nabi Yunus AS meninggalkan kaumnya tanpa izin dari Allah SWT.
Sebagai hukuman atas perbuatannya, Nabi Yunus AS ditelan oleh ikan paus. Di dalam perut ikan paus, Nabi Yunus AS menyadari kesalahannya dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Allah SWT mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan memerintahkan ikan paus untuk memuntahkannya ke daratan.
Peristiwa selamatnya Nabi Yunus AS dari perut ikan paus terjadi pada Hari Asyura. Ini menjadi bukti kekuasaan Allah SWT yang dapat menyelamatkan hamba-Nya dari kesulitan yang paling berat sekalipun.
Nabi Ibrahim AS Selamat dari Api
Nabi Ibrahim AS adalah seorang nabi yang dikenal karena keberaniannya dalam menentang kemusyrikan. Ia berani menghancurkan berhala-berhala yang disembah oleh kaumnya. Raja Namrud, penguasa yang zalim, marah atas tindakan Nabi Ibrahim AS dan memerintahkan untuk membakarnya hidup-hidup.
Namun, Allah SWT menyelamatkan Nabi Ibrahim AS dari api tersebut. Api yang seharusnya membakar Nabi Ibrahim AS menjadi dingin dan tidak membahayakan. Nabi Ibrahim AS keluar dari api dengan selamat tanpa sedikit pun luka.
Peristiwa selamatnya Nabi Ibrahim AS dari api Raja Namrud terjadi pada Hari Asyura. Ini menunjukkan perlindungan Allah SWT terhadap orang-orang yang beriman dan berjuang di jalan-Nya.
Nabi Ayyub AS Disembuhkan dari Penyakit
Nabi Ayyub AS adalah seorang nabi yang dikenal karena kesabarannya dalam menghadapi cobaan. Ia diuji oleh Allah SWT dengan penyakit kulit yang sangat parah selama bertahun-tahun. Meskipun menderita, Nabi Ayyub AS tidak pernah putus asa dan selalu berdoa kepada Allah SWT.
Allah SWT mengabulkan doa Nabi Ayyub AS dan menyembuhkannya dari penyakitnya pada Hari Asyura. Ini menjadi bukti bahwa Allah SWT selalu memberikan pertolongan kepada hamba-Nya yang sabar dan tawakal.
Kisah Nabi Ayyub AS menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk selalu bersabar dalam menghadapi cobaan dan tidak pernah putus asa dari rahmat Allah SWT.
Nabi Yusuf AS Dibebaskan dari Penjara
Nabi Yusuf AS adalah seorang nabi yang dikenal karena ketampanannya dan kemampuannya menafsirkan mimpi. Ia difitnah oleh istri seorang pejabat tinggi dan dipenjara selama bertahun-tahun. Meskipun berada di dalam penjara, Nabi Yusuf AS tetap sabar dan bertakwa kepada Allah SWT.
Pada Hari Asyura, Nabi Yusuf AS dibebaskan dari penjara setelah terbukti tidak bersalah. Ia kemudian diangkat menjadi pejabat tinggi di kerajaan Mesir dan menggunakan kedudukannya untuk membantu rakyat.
Peristiwa dibebaskannya Nabi Yusuf AS dari penjara menjadi simbol pembebasan dari kesulitan dan penderitaan. Ini juga menjadi pengingat bahwa Allah SWT selalu memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang bertakwa. (Red)































