Jakarta – Ratusan santri asal Jawa Barat berjalan kaki sepanjang 320 km selama 11 hari dari Ciamis ke DPP PKB, Jakarta, demi mendukung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2019.

“Kami berjalan kakidari Ciamis melalui Bandung sampai Jakarta yang bertujuan mengawal titipan dan mandat kiai dan ulama Jabar agar Cak Imin menjadi pemimpin nasional,” kata koordinator aksi Long March Laskar Santri Untuk Cak Imin Wapres RI Johan Anshari di DPP PKB, Jakarta, Senin.

Para santri diterima langsung oleh Cak Imin (sapaan akrab Muhaimin Iskandar) yang juga Panglima Santri di DPP PKB, Jakarta.

Pada kesempatan itu santri menyerahkan sepasang sandal jepit yang digunakan selama perjalanan sebagai simbol mandat kiai dan ulama Jabar agar Cak Imin menjadi cawapres.

“Apa yang kami serahkan nilainya kecil. Akan tetapi, di sini doa kiai dan para ulama,” ujar Johan. Para santri menekankan bahwa Cak Imin sebagai Wakil Presiden RI merupakan aspirasi harga mati para santri.

Cak Imin pribadi mengaku terharu atas perjuangan para santri tersebut.

Keponakan presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu mengaku telah melarang para santri untuk melakukan aksi jalan kaki dari Ciamis. Namun, mereka bersikeras.

“Saya sungguh bangga sekaligus terharu, tak kuat air mata menetes melihat kemauan kalian semua,” kata Cak Imin di hadapan para santri.

Cak Imin mengatakan bahwa tekad santri menunjukkan bahwa santri kuat dan mau memperjuangkan cita-cita.

Ia berharap langkah kaki santri menjadi doa agar dirinya bisa terus memperjuangkan aspirasi santri di seluruh Indonesia.

“Kalian bukan saja orang yang berani, kalian martir perjuangan ulama dan santri, kalian orang yang siap berkorban untuk NKRI dan Islam ahlus sunah waljamaah. Titipan ulama akan saya pegamg selama-lamanya dan akan menjadi mandat saya dan PKB agar santri makmur sejahtera,” ujar Cak Imin.

Mengenai cawapres, Cak Imin mengatakan bahwa seluruh partai koalisi telah menyepakati memyerahkan sepenuhnya kepada Presiden RI Jokowi.

Cak Imin bertekad menjadi wakil presiden atau tidak dirinya akan terus bekerja keras memperjuangkan aspirasi santri, kiai, dan ulama. (Ant)