Kupang – Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mulai mengembangkan lokasi seputar Gunung Fatuleu di daerah yang berbatasan dengan Timor Leste untuk pengembangan pariwisata alam.

“Pengembangan wisata di lokasi itu akan berbasis tradisional. Jadi nanti semua hal yang berkaitan dengan fasilitas pendukung di lokasi itu harus berasal dari hal-hal yang tradisional,” kata Bupati Kupang Ayub Titu Eki kepada Antara di Kupang, Sabtu.

Karena bersifat tradisional, maka tidak akan ada unsur semen atau tembok berbalut semen dan besi untuk semua yang berkaitan dengan hal-hal pendukung di lokasi tersebut.

Material lokal seperti ilalang, gewang dan daun lontar bisa dimanfaatkan untuk atap sejumlah rumah-rumah payung tempat berisitirahat pengunjung di lokasi yang penuh dengan panorama indah itu.

Dengan demikian, maka kesan asli namun asri bisa nampak di lokasi itu sebagai sebuah daya tarik tradisi bagi para penikmat wisata berbasis alam namun masih asli terlihat.

Pemerintah Kabupaten Kupang kata bupati dua periode itu, akan melengkapi sejumlah fasilitas pendukung lainnya seperti, terminal, lapangan, kolam renang dan sejumlah rumah atau gazebo untuk tempat peristirahatan. “Dan semuanya tidak boleh memakai semen. Hanya bisa manfaatkan material lokal yang tradisional,” katanya.

Bahkan Titu Eki mengaku telah merampungkan keinginannya itu dalam sebuah instruksi yang sudah disampaikan kepada camat di wilayah itu, agar bisa langsung mengawasi proses pembangunannya di lokasi itu.

“Kita inginkan sebuah tampilan lain yang sangat tradisional namun apik dan asri yang memberikan sebuah harapan akan nuansa tempo dulu,” katanya.

Dengan kekhasan dan tampilan tradisional itu, tambah dia, para pengunjung akan menemukan sesuatu yang unik dan berbeda, yang tidak ditemukan di tempat dan lokasi wisata alam lainnya di dunia.

Untuk mewujudkannya, Pemerintah Kabupaten Kupang akan melibatkan tenaga ahli yang mampu mendesain kerangka bangunan di sekitar lokasi yang memiliki ketinggian 875 meter dari permukaan laut itu, agar terlihat rapi dan indah meski dengan material lokal.

“Pemerintah Kabupaten akan mulai kembangkan objek wisata alam Gunung Fatuleu mulai 2017 mendatang,” kata Titu Eki.

Gunung Fatuleu merupakan perbukitan batu terkenal dan menjadi landmark Kabupaten Kupang.

Gunung itu terletak di Kecamatan Fatuleu Tengah dengan lokasi berjarak sekitar 1,5 jam dengan kendaraan dari Oelamasi ibu kota Kabupaten Kupang.

Gunung Fatuleu dalam bahasa lokal berarti Gunung Batu Keramat. Setiap akhir pekan, kawasan ini menjadi tempat kunjungan wisata domestik dimana banyak orang ingin menaklukkan puncak bukit batu tersebut dengan berusaha mendaki.

Potensi itulah akhirnya memaksa Pemerintah Kabupaten Kupang untuk mengurusnya menjadi salah satu destinasi wisata alam berbasis tradisionbal, untuk menambah pundi-pundi PAD dari sektor pariwisatanya. (Antara)