Isak Tangis Warnai Pemakaman Korban Tragedi Tanjakan Emen

Tangerang Selatan – Isak tangis dari para keluarga korban tragedi maut di kawasan tanjakan Emen, Subang, mewarnai prosesi pemakaman di Taman Pemakaman Umum Legoso, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (11/02).

Pemakaman ini dilakukan secara bertahan lantaran jenazah para korban tidak datang dalam waktu bersamaan setelah dimandikan dan dikafani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangsel. Untuk pemakaman para korban kecelakaan ini disediakan dua liang lahat untuk kuburan massal warga yang tewas. Selain itu, ada delapan liang lahat lain yang menyiapkan untuk pemakaman sanak saudaranya yang tewas dalam tragedi tersebut.

Salah satu pengurus makam, Sangiyan menuturkan, delapan liang lahat ini memang dipersiapkan atas permintaan keluarga korban. Para keluarga korban meminta delapan jenazah ini dimakamkan secara terpisah.

“Di TPU ini sudah disiapkan dua liang lahat untuk kuburan massal warga yang tewas. Namun, ada juga warga yang sudah menyiapkan liang lahat sendiri,” tuturnya.

Dari informasi yang didapat, ada sebanyak 27 warga Pisangan, Ciputat Timur, yang tewas dalam kecelakaan maut tersebut. Mereka tewas setelah bus yang ditumpanginya terguling di tanjakan Emen, Sabtu (10/02).

Sebelumnya, Kasubag Humas RSUD Subang Mamat Budirakhmat menjelaskan, kecelakaan bus di tanjakan emen, Kabupaten Subang, dipastikan menyebabkan 27 orang meninggal akibat kecelakaan tersebut. Semua korban yang tewas perempuan.

Hingga saat ini, sambung Mamat, pihaknya memastikan para korban lainnya mendapatkan perawatan intensif. Mamat merinci untuk korban yang mengalami luka-luka sebanyak 18 orang, dua di antaranya tengah dalam kondisi kritis.

“Ada yang dalam kondisi luka di bagian tubuh, patah tulang, dan luka-luka lainnya. Ada dua orang dalam keadaan sangat kritis,” tandasnya. (IW/SR)