Jakarta – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menganugerahkan penghargaan kepada enam orang petugas pemasyarakatan berprestasi pada gelaran upacara peringatan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) di gedung Kemenkumham, Jakarta.

“Mereka yang diberikan penghargaan karena jasanya dan memberikan manfaat yang sangat besar bagi pelaksanaan kinerja Pemasyarakatan yang lebih baik. Mereka telah berdedikasi luar biasa pada bidangnya masing-masing,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami.

Adapun Petugas pemasyarakatan yang disematkan penghargaan itu antara lain Mas Indra Prawoto petugas di Lapas Ngawi sebagai promotor pendidikan pembelajaran paket C, Muhammad Bahrun sebagai pamong pembina narapidana teroris terbaik di Lapas Pasir Putih Nusakambangan, dan Erlyn Erdiana yang berhasil menggagalkan handphone dalam pembalut di Lapas Banyuwangi.

Selanjutnya, Rohana sebagai pengelola data base terbaik dari Rutan Kandangan Kalimantan Selatan, Ricardho Losario Talaut, pengelola data base terbaik dari Lapas Tual Maluku, dan Yovie Agustiana Putra yang menggagalkan masuknya narkoba di nasi bungkus di Lapas Tanjung Pandan, Bangka Belitung.

Pihaknya pun berharap penghargaan tersebut akan menjadi motor penggerak petugas pemasyarakatan lainnya untuk meminimalisir permasalahan di Lapas.

“Serta meraih target tertinggi kinerja bersama untuk pelayanan terbaik bagi warga binaan dan masyarakat,” kata Utami.

Sementara itu, pada peringatan Hari Dharma Karya Dhika 2017 mengambil tema “Keja Bersama, Kami PASTI Melayani” yang disimbolkan oleh kepala kuda dan lambang tata nilai PASTI atau Profesional, Akuntabel, Sinergis, Transparan, dan Inovatif.

“Ada makna yang mendasari pemilihan terserbut, bahwa melalui “semangat atau “jiwa kuda” yang menyimbolkan kerja keras dan kerja bersama secara cepat serta mempunyai “endurance” ketahanan yang luar bisa,” kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly.

Ia pun mengharapkan seluruh jajaran Kemenkumham mampu bekerja keras, tangkas, dan berjiwa kesatria untuk mengabdi pada bangsa dan negara.

“Kebersamaan, loyalitas, dan totalitas menjadi kata kunci dalam pencapaian kinerja Kementerian Hukum dan HAM,” kata Yasonna. (Ant)