JAKARTA – Sebanyak 484 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi di berbagai negara kawasan Timur Tengah mengikuti ujian Computer Assisted Test (CAT) seleksi Tenaga Pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi. Seleksi tersebut dilaksanakan secara daring sebagai bagian dari upaya mempersiapkan petugas yang profesional dan kompeten untuk melayani jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Pelaksanaan ujian berbasis digital ini menjadi salah satu langkah untuk memastikan proses rekrutmen berlangsung secara transparan, objektif, dan akuntabel. Melalui tahapan tersebut, penyelenggara berharap dapat menjaring sumber daya manusia yang memiliki kemampuan bahasa, pemahaman budaya setempat, serta kesiapan dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.
Direktur Bina Petugas Haji, Rizka Anungnata, menjelaskan bahwa ratusan peserta yang mengikuti ujian CAT telah melewati proses verifikasi administrasi. Dari keseluruhan pendaftar yang tercatat dalam sistem, hanya peserta yang memenuhi persyaratan yang dinyatakan berhak mengikuti tahapan seleksi tersebut.
“Dari total 539 pendaftar yang masuk ke sistem kami, sebanyak 484 orang dinyatakan lolos verifikasi dan berhak mengikuti ujian CAT hari ini, setelah melalui penyaringan dari pendaftar yang belum membuat akun maupun yang belum melengkapi persyaratan,” jelas Rizka di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan rekapitulasi sistem pendaftaran, terdapat 539 orang yang mendaftar untuk mengikuti seleksi Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 pendaftar belum membuat akun, sementara 22 pendaftar lainnya belum melengkapi berkas persyaratan. Dengan demikian, sebanyak 484 peserta dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan dapat mengikuti ujian CAT.
Rizka menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah memiliki arti strategis dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji. Selain memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, para mahasiswa dinilai mempunyai sejumlah keunggulan yang dapat menunjang pelayanan kepada jemaah Indonesia.
“Mahasiswa kita di Timur Tengah memiliki keunggulan komparatif yang luar biasa, mulai dari penguasaan bahasa Arab yang fasih, pemahaman mendalam tentang karakteristik lokal Arab Saudi, hingga semangat pengabdian yang tinggi untuk melayani jemaah haji Indonesia. Melalui sistem CAT daring ini, kami ingin memastikan proses rekrutmen berjalan secara objektif, transparan, dan akuntabel sehingga kita benar-benar mendapatkan petugas yang andal di lapangan,” ujar Rizka.
Yaman Dominasi Jumlah Pendaftar
Antusiasme mahasiswa Indonesia di berbagai negara Timur Tengah untuk mengikuti seleksi tersebut terlihat dari sebaran jumlah pendaftar berdasarkan negara tempat mereka menempuh pendidikan.
Yaman tercatat sebagai negara dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni 260 orang. Posisi berikutnya ditempati Mesir dengan 93 pendaftar, Uni Emirat Arab (UEA) sebanyak 36 orang, Libya 28 orang, dan Maroko 18 orang.
Selain itu, mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Tunisia tercatat sebanyak 17 pendaftar. Sementara itu, Yordania menyumbang 14 pendaftar, Suriah 11 pendaftar, dan Lebanon tujuh pendaftar.
Sebaran tersebut menunjukkan tingginya partisipasi mahasiswa Indonesia yang berada di berbagai negara kawasan Timur Tengah dalam proses seleksi tenaga pendukung penyelenggaraan ibadah haji. Keberadaan mereka diharapkan dapat menjadi modal penting untuk mendukung kelancaran pelayanan bagi jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi.
Pelaksanaan seleksi CAT secara daring juga memungkinkan proses ujian dilakukan tanpa mengharuskan peserta dari berbagai negara berkumpul di satu lokasi. Dengan demikian, tahapan rekrutmen dapat menjangkau mahasiswa Indonesia yang tersebar di sejumlah negara.
Melalui seleksi ini, penyelenggara berharap peserta yang terpilih nantinya mampu menjalankan tugas secara sigap, profesional, dan penuh tanggung jawab. Kemampuan berkomunikasi, pemahaman terhadap lingkungan setempat, serta komitmen dalam melayani jemaah menjadi aspek penting dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.
Hasil seleksi tersebut akan menjadi salah satu tahapan penting dalam menyiapkan tenaga pendukung PPIH Arab Saudi untuk musim haji 1448 H/2027 M. Para petugas yang terpilih diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi jemaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. (Red)































