Jakarta – Survei Arawicaksa Institute mengungkap 10 menteri Kabinet Merah Putih yang mendapat penilaian terbaik dari publik menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Publik menyoroti kinerja sejumlah menteri dengan gebrakan dan terobosan yang membantu terjaganya citra pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata peneliti senior Arawicaksa Institute Rudi Hartono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, (13/10/2026).
Posisi paling atas diduduki Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan skor mencapai 8,1, dari skala 0-10.
“Fokus Prabowo untuk meningkatkan kualitas pendidikan diterjemahkan dengan baik melalui program revitalisasi sekolah yang masif dilakukan dalam dua tahun terakhir,” ujarnya.
Tercatat sebanyak 16.617 sekolah yang menjadi sasaran program revitalisasi sepanjang 2025, dengan perbaikan fisik terhadap gedung sekolah yang mengalami kerusakan ringan hingga berat. Sasaran program diperluas pada 2026 hingga mencapai 71.744 sekolah, termasuk yang terdampak bencana serta sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Abdul Mu’ti juga mendorong peningkatan kemampuan dasar siswa-siswi Indonesia, di mana literasi sains mengacu pada standar Programme for International Student Assessment (PISA), sedangkan literasi membaca naik dari 359 menjadi 365.
Bersaing ketat di bawahnya adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang dinilai sangat baik dengan skor rata-rata sebesar 8,0, yang berkali-kali dipercaya menggawangi bidang pertanian dan berhasil mewujudkan swasembada beras dalam waktu singkat.
Produksi beras pada 2025 mencapai 34,69 juta ton atau naik 13,29 persen secara tahunan, dan diperkirakan naik tipis menjadi 34,77 juta ton sepanjang 2026, mencatatkan surplus beras sebanyak 3,56 juta ton.
Selain itu penyerapan beras oleh BULOG mencapai 3-4 juta ton tiap tahunnya, di mana harga pembelian gabah di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kg.
“Di sisi lain, keberhasilan swasembada pangan dibayang-bayangi musim kemarau panjang dan ancaman El Nino, hingga serangkaian bencana alam maupun kebakaran hutan dan lahan,” kata Rudi.
Menteri-menteri lain yang dinilai terbaik kinerjanya adalah Menteri Agama Nasaruddin Umar (7,8), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (7,5), Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (7,4), dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (7,1).
“Prasetyo Hadi tampil prima dalam mengkomunikasikan sikap dan kebijakan pemerintah, termasuk dalam menegur para menteri yang dinilai kontroversial di mata publik,” tutur Rudi.
Peran yang lebih prima juga ditunjukkan oleh Seskab Teddy dalam menjelaskan berbagai sorotan publik kepada pemerintah, ketika banyak menteri bersangkutan memilih posisi aman.
Masih masuk dalam 10 besar menteri dengan kinerja terbaik, ada nama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (6,8), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (6,7), Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir (6,5), serta Menteri Pertahanan Sjaffrie Sjamsoeddin (6,4).
Berukut daftar 10 menteri dengan kinerja terbaik versi Arawicaksa Institute:
1. Abdul Mu’ti — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (8,1)
2. Amran Sulaiman — Menteri Pertanian (8,0)
3. Nasaruddin Umar — Menteri Agama (7,8
4. Prasetyo Hadi — Menteri Sekretaris Negara (7,5)
5. Agus Harimurti Yudhoyono — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (7,4)
6. Teddy Indra Wijaya — Sekretaris Kabinet (7,1)
7. Budi Gunadi Sadikin — Menteri Kesehatan (6,8)
8. Airlangga Hartarto — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (6,7)
9. Armanatha Nasir — Menteri Luar Negeri (6,5)
10. Sjaffrie Sjamsoeddin — Menteri Pertahanan (6,4)
Survei Arawicaksa Institute dilaksanakan pada 3–8 Oktober 2026 terhadap 1.200 responden yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan metode multistage random sampling. Survei memiliki margin of error ±2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (Red)


































