Bogor – Belasan dosen program studi penyuluh pertanian Universitas Lampung menggunjungi Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Bogor, Jawa Barat, dalam rangka memperdalam ilmu penyuluhan.

Ketua Program Studi Penyuluh Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) Kodyana Karangga mengatakan, program studi penyuluh petani sempat ditutup dan diaktifkan kembali pada tahun 2016.

“Kami ingin belajar banyak dari STPP Bogor agar program studi penyuluhan pertanian di Unila bisa sejajar dengan program studi lainnya di Unila, target kami bisa menjadi jurusan,” kata Kodyana.

Ia mengatakan program studi penyuluhan pertanian di Unila sudah berdiri tahun 1999, tetapi pernah ditutup dan dimerger dengan program studi lain di jurusan agribisnis. Tapi sesuai instruksi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, program studi tersebut dibuka kembali.

Kini Prodi Penyuluh Pertanian Unila berupaya untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kompetensi para pengajar agar program studi tersebut terus berkembang dan unggul sehingga dapat memajukan sektor pertanian di masyarakat.

“Salah satu cara yang kami tempuh untuk meningkatkan kompetensi tersebut dengan studi banding ke STPP Bogor. Studi banding ini salah satu sarana untuk meningkatkan kemampuan agar visi dan misi prodi penyuluh pertanian Unila bisa tercapai,” katanya.

Kodyana mengatakan, total ada 16 dosen di program studi penyuluh pertanian Unila, pihaknya membawa sebagian besar dosen yakni 12 orang untuk ikut dalam kunjungan studi banding tersebut.

“STPP Bogor cukup bagus, terdapat laboratorium penyuluh pertanian lengkap yang dapat menambah wawasan pengajar di prodi penyuluh pertanian Unila,” kata Kodyana.

Selain mengunjungi STPP Bogor, rombongan dosen Unila juga mengunjung Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melihat kegiatan perkuliahan dan laboratorium yang ada di kampus pertanian terbesar di Indonesia tersebut.

“Di IPB kami mengunjungi banyak tempat seperti Green Tv, dan laboratorium pertaniannya. Ini pengalaman luar biasa, semoga Unila, IPB dan STPP Bogor bisa berkolaborasi memajukan pertanian,” kata Kodyana.

Kunjunan 12 dosen Unila tersebut diterima dengan hangat oleh tim pengajar STPP Bogor, penyambutan dilakukan dengan menyampaikan selayang pandang tentang profil STPP Bogor merupakan unit di bawah Kementerian Pertanian. Selanjutnya rombongan dosen Unila dibawa meninjau sejumlah laboratorium penyuluh pertanian seperti lab microteaching, multimedia, dan pascapanen.

Wakil Ketua II STPP Bogor Tri Ratna Saridewi menyebutkan STPP Bogor akan bermitra dengan Unila untuk memajukan perkuliahan, pertanian dan pengabdian masyarakat, dengan adanya kerja sama antar kedua pihak.

“Kita ingin kunjungan Unila ke STPP Bogor terus berlanjut dengan adanya kerja sama baik di bidang penelitian, pendidikan dan pengabdian masyarakat,” kata Tri. (Ant)