Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengutuk keras atas kekerasan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. PKB meminta peraih nobel perdamaian, Aung San Suu Kyi yang tinggal di Myanmar untuk segera menyelesaikan permasalahan di negaranya.
“Kita mengecam setiap tindakan kekerasan yang terjadi, kekerasan tidak akan pernah jadi solusi, segera hentikan tindakan melawan kemanusiaan di Myanmar,” ujar Wakil Sekretaris Jendral PKB, Daniel Johan pada Kamis, (01/09/2017).
Menurutnya, Ketua umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) akan menemui tokoh umat Buddha. PKB ingin menggalang solidaritas dan mencari jalan keluar bagi etnis Rohingya.
“Cak Imin akan keliling menemui ulama Buddha untuk memahami fakta sesungguhnya, sekaligus menggalang solidaritas untuk warga Rohingya dan menyampaikan aspirasi para kiai atas masalah ini,” kata Daniel.
Wasekjen PKB ini menyatakan, persoalan di Myanmar itu sudah masuk pada isu politik dan militer. Masalah etnis Rohingya ini menurutnya sudah bukan masalah agama lagi.
“Pemerintahan Myanmar harus segera bertindak cepat untuk menuntaskan persoalan ini sampai ke akarnya,” jelasnya.
Lebih jauh, PKB menyatakan miris dengan kondisi di Myanmar. Padahal salah satu tokohnya, Aung San Suu Kyi merupakan penerima nobel perdamaian dunia namun tidak mampu menyelesaikan konflik perdamaian di negaranya,
“Jika Suu Kyi tidak dapat segera memutuskan langkah-langkah penyelesaian konflik secara komprehensif, maka saya mengusulkan pencabutan hadiah Nobel Perdamaian karena ia gagal menyelesaikan krisis kemanusiaan di negerinya,” tegasnya. (A1/Net)






























