Beranda Daerah

Tingkatkan Layanan Publik, Pemko Tanjungpinang Hadirkan Aplikasi SIMBIOSIS

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terus mendorong transformasi pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meluncurkan aplikasi SIMBIOSIS (Sistem Integrasi yang Melayani, Berintegritas, Optimal, dan Sinergis) untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi di Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Aplikasi pelayanan publik digital tersebut diluncurkan langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (5/11/2026).

Dalam sambutannya, Lis menegaskan bahwa kecamatan dan kelurahan merupakan garda terdepan pelayanan pemerintah karena berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Berbagai urusan administrasi, mulai dari penerbitan surat keterangan hingga pengurusan dokumen yang berkaitan dengan kondisi sosial warga, menjadi bagian dari pelayanan yang harus diberikan secara mudah, cepat, dan transparan.

Menurut Lis, kualitas pelayanan di tingkat kecamatan dan kelurahan sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Karena itu, pembenahan birokrasi harus dimulai dari unit pelayanan yang paling dekat dengan warga.

Ia menjelaskan, peluncuran SIMBIOSIS sejalan dengan visi pembangunan Kota Tanjungpinang, yakni “BIMASAKTI”. Dalam visi tersebut, aspek berteknologi dan melayani ditempatkan sebagai pilar utama transformasi birokrasi. Pemerintah ingin memastikan pelayanan semakin modern, efisien, transparan, serta mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Lis juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Kecamatan Tanjungpinang Timur tahun 2025, nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 92,75 dengan kategori A atau sangat baik. Bahkan, pada unsur biaya atau tarif, pelayanan memperoleh nilai sempurna. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelayanan di kecamatan tersebut dinilai bebas dari pungutan liar.

“Maka kita patut bersyukur karena hasil survei kepuasan masyarakat (SKM) khusus Kecamatan Tanjungpinang Timur tahun 2025 menunjukkan nilai IKM 92,75 atau berkategori A (sangat baik). Pada unsur biaya/tarif bahkan meraih capaian nilai sempurna, yang menegaskan pelayanan kita bebas pungutan liar,” ucap Lis.

Meski demikian, Lis mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang dirasakan masyarakat ketika mengakses pelayanan administrasi. Salah satu keluhan yang sering muncul adalah kurangnya informasi mengenai kelengkapan persyaratan dokumen. Kondisi tersebut menyebabkan warga harus mengantre lebih lama, bahkan berulang kali mendatangi kantor kecamatan atau kelurahan untuk melengkapi berkas.

Situasi itu tentu berdampak pada waktu, tenaga, dan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu menghadirkan solusi agar proses pelayanan menjadi lebih sederhana dan memberikan kepastian kepada warga.

Sebagai jawaban atas persoalan tersebut, SIMBIOSIS dirancang sebagai aplikasi pelayanan berbasis web yang ramah digunakan melalui perangkat telepon seluler. Aplikasi ini dilengkapi standar operasional prosedur (SOP) pelayanan digital untuk membantu masyarakat memahami persyaratan, tahapan, dan waktu penyelesaian setiap layanan.

“Sebagai jawaban atas tantangan itu, lahirlah SIMBIOSIS, yaitu Sistem Integrasi yang Melayani, Berintegritas, Optimal, dan Sinergis. SIMBIOSIS adalah aplikasi pelayanan berbasis web yang ramah gawai dengan kemudahan dalam genggaman, disertai standar operasional prosedur (SOP) pelayanan digital,” ujar Lis.

Ia menambahkan, aplikasi tersebut disusun sebagai bagian dari aksi perubahan dengan semangat saling memberikan dan memperoleh manfaat. Melalui SIMBIOSIS, masyarakat dapat mengetahui persyaratan dan alur pelayanan tanpa harus selalu datang langsung ke kantor. Warga juga memperoleh informasi mengenai kepastian waktu penyelesaian layanan.

Selain mempermudah pengurusan administrasi, aplikasi ini menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan saran, kritik, dan masukan sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan daerah. Tersedia pula saluran pengaduan yang diharapkan dapat membantu pemerintah merespons persoalan pelayanan secara lebih terarah.

Lis mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan SIMBIOSIS secara aktif. Menurutnya, kritik dan penilaian warga merupakan bahan penting bagi pemerintah dalam mengevaluasi serta memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Ia juga mengingatkan bahwa keberlanjutan inovasi digital tidak cukup hanya dengan melaksanakan peluncuran. Pemerintah harus memastikan pemeliharaan sistem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pembinaan aparatur, serta dukungan anggaran agar aplikasi dapat berjalan secara konsisten.

“Sistem ini harus dimulai dari pemeliharaan, pembinaan SDM, hingga kebutuhan anggarannya. Semua harus kita persiapkan bersama agar SIMBIOSIS tidak berhenti setelah diluncurkan. Semoga inovasi ini menjadi amal baik dan membawa kemudahan bagi masyarakat Kota Tanjungpinang,” tegas Lis.

Melalui penerapan SIMBIOSIS, Pemko Tanjungpinang berharap pelayanan administrasi di Kecamatan Tanjungpinang Timur semakin mudah dijangkau, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Inovasi ini juga diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan berorientasi pada kepuasan warga. (Red/YSS)