Beranda Advertorial

Krakatau Steel Group Perkuat Safety Leadership, K3 Jadi Tanggung Jawab Bersama

CILEGON – Krakatau Steel Group terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai bagian dari upaya mewujudkan keunggulan operasional atau operational excellence. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membentuk Safety Committee di setiap unit kerja untuk meningkatkan koordinasi, partisipasi, komunikasi, serta pengawasan terhadap penerapan standar keselamatan di seluruh area operasional perusahaan.

Pembentukan Safety Committee di PT Krakatau Pipe Industries (Krakatau Pipe) tersebut sejalan dengan penguatan budaya keselamatan yang telah diinisiasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melalui penerapan Safety Leadership Principles (SLP). Inisiatif ini menegaskan bahwa keselamatan tidak hanya dipandang sebagai kewajiban untuk memenuhi ketentuan, tetapi juga harus menjadi bagian dari kepemimpinan, proses pengambilan keputusan, dan tanggung jawab setiap insan perusahaan.

Melalui forum Safety Committee, perusahaan mendorong keterlibatan aktif seluruh fungsi dan unit kerja dalam mengidentifikasi potensi risiko, meningkatkan pengawasan, serta memastikan penerapan standar keselamatan secara konsisten. Forum tersebut juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan sinergi lintas fungsi guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

Penguatan budaya keselamatan ini berpedoman pada enam prinsip Safety Leadership Krakatau Steel Group. Prinsip pertama adalah menjadikan keselamatan sebagai prasyarat dalam menjalankan bisnis. Kedua, memimpin dengan memberikan teladan dan hadir langsung di lapangan. Ketiga, menegakkan standar keselamatan tanpa pandang bulu.

Prinsip keempat adalah menjaga keselamatan setiap orang yang berada di area kerja. Kelima, memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan dengan aman sebelum dimulai. Sementara prinsip keenam adalah menjadikan setiap kejadian sebagai pembelajaran untuk melakukan perbaikan sistem secara berkelanjutan.

Pembentukan Safety Committee di setiap unit kerja diharapkan semakin memperkuat peran kepemimpinan dan partisipasi seluruh insan Krakatau Pipe dalam menerapkan keenam prinsip tersebut pada aktivitas operasional sehari-hari. Dengan demikian, penerapan K3 tidak hanya menjadi tanggung jawab fungsi atau bagian tertentu, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh elemen perusahaan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Krakatau Pipe membangun budaya keselamatan sebagai fondasi operasional yang aman, disiplin, produktif, dan berkelanjutan. Penguatan aspek keselamatan juga diharapkan mendukung kelancaran kegiatan industri serta agenda hilirisasi nasional sebagaimana sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Sekilas PT Krakatau Pipe Industries
PT Krakatau Pipe Industries (KPipe) merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi dua jenis pipa baja, yaitu pipa baja spiral dan pipa baja HFRW (High Frequency Resistance Welded). Pipa baja spiral yang diproduksi memiliki ukuran 12–80 inci, sedangkan pipa baja HFRW memiliki ukuran 0,5–20 inci.

Dengan kapasitas produksi pipa baja spiral mencapai 253.000 ton per tahun, KPipe menjadi salah satu pabrikan pipa baja yang memiliki kemampuan produksi untuk mendukung kebutuhan berbagai sektor industri. Produk pipa yang dihasilkan dapat diaplikasikan pada industri minyak dan gas, konstruksi, serta infrastruktur.

Selain memiliki fasilitas produksi pipa baja, KPipe juga didukung fasilitas pelapisan antikorosi sebagai bagian dari layanan manufaktur terintegrasi. Kapasitas produksi fasilitas pelapisan tersebut mencapai 800.000 meter persegi per tahun.

Beberapa jenis pelapisan antikorosi yang dapat dilakukan KPipe meliputi three layer polyethylene (3LPE), three layer polypropylene (3LPP), Coaltar Enamel Coating, Asphalt Enamel, Concrete Weight Coating, serta Internal Cement Lining.

Melalui penguatan budaya K3 dan dukungan fasilitas produksi yang terintegrasi, Krakatau Pipe terus berupaya menjaga kualitas operasional sekaligus mendukung kebutuhan industri minyak dan gas, konstruksi, serta infrastruktur. (Adv)