Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong generasi muda calon pemimpin badan usaha milik negara (BUMN) agar berperan aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kepemimpinan yang efektif menjadi faktor penting untuk memastikan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan AHY saat memberikan pengayaan materi kepada sekitar 384 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD). Program tersebut diselenggarakan oleh Universitas Republik Indonesia (URI) bersama Danantara Corporate University sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda untuk menjadi pemimpin masa depan.
AHY menegaskan, pembangunan nasional membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, serta kemampuan kepemimpinan. Keterlibatan tersebut diperlukan agar perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dapat berjalan secara efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Saya hadir dalam kapasitas sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan untuk mengajak semua pihak, termasuk generasi muda tadi, menjadi bagian dalam perencanaan dan eksekusi pembangunan nasional, hari ini dan ke depan,” ujar AHY dalam keterangan yang diterima media pada Rabu, (14/10/2026).
Sebanyak 384 peserta P3MD merupakan anak-anak muda terpilih yang berhasil melewati proses seleksi dari lebih dari 10.000 calon peserta. Mereka berasal dari beragam latar belakang profesi, bidang keilmuan, dan keahlian yang diharapkan dapat menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional.
Para peserta dipersiapkan untuk mengabdi di berbagai jajaran BUMN, termasuk Danantara. Keberadaan BUMN diharapkan tidak hanya menjadi penggerak aktivitas ekonomi, tetapi juga berperan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional dan pendorong investasi yang berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, AHY menjelaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan infrastruktur dan konektivitas nasional. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus diimbangi dengan kemampuan manusia dalam mengelola potensi tersebut secara optimal demi kemajuan bangsa.
“Infrastruktur dan konektivitas menjadi tulang punggung pembangunan bangsa yang harus kita kawal sebaik mungkin. Indonesia merupakan negara besar, kaya sumber daya alam, tetapi manusia menjadi faktor yang sangat menentukan,” tegasnya.
Ia menilai, pembangunan infrastruktur tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kualitas manusia. Infrastruktur yang memadai perlu didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten agar mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan dan penyelenggara P3MD yang telah berperan dalam proses pendidikan, pembentukan karakter, dan penempaan calon pemimpin serta pengelola BUMN.
Ia berharap program tersebut dapat menjadi wadah kolaborasi bagi berbagai pihak dalam mendukung keberhasilan agenda pembangunan nasional. Menurutnya, pembangunan yang kompleks membutuhkan kerja sama lintas sektor karena tidak ada satu lembaga atau entitas yang mampu bekerja sendiri untuk mencapai seluruh target pembangunan.
“Mudah-mudahan ini menjadi sebuah wadah kolaborasi yang baik karena tidak ada satu entitas yang bisa berdiri sendiri dalam menyukseskan segala agenda pembangunan bangsa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, AHY menekankan bahwa perhatian besar Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran. Kedua aspek tersebut dinilai saling melengkapi dalam mendorong kemajuan Indonesia.
Pembangunan infrastruktur yang disertai peningkatan kualitas SDM diharapkan mampu memperkecil kesenjangan antarwilayah. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat di berbagai daerah.
AHY juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang efektif dan mampu mengayomi seluruh elemen masyarakat. Para calon pemimpin BUMN diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan manajerial yang baik, tetapi juga mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
“Selebihnya, kita berharap pembangunan bisa dirasakan manfaat dan dampaknya melalui kepemimpinan yang efektif serta tentunya bisa mengayomi semuanya,” lanjutnya.
Sementara itu, Komandan P3MD, Marsekal Pertama TNI Dr. Anton Pallaguna, menjelaskan bahwa program tersebut resmi dibuka pada Mei 2026 dan dirancang berlangsung selama 11 bulan. Pelaksanaannya dibagi menjadi tiga tahap yang berfokus pada pembentukan karakter, pengembangan kemampuan manajerial, serta kontribusi kepada masyarakat.
Tahap pertama berlangsung selama tiga bulan dengan penekanan pada pembentukan dan penguatan karakter peserta. Tahap kedua dilaksanakan selama empat bulan untuk mengembangkan kemampuan manajerial, sedangkan tahap ketiga berlangsung selama empat bulan dengan fokus pada kontribusi kepada masyarakat.
Saat ini, P3MD tengah memasuki tahap pengembangan kemampuan manajerial. Dalam fase tersebut, para peserta memperoleh pengayaan materi dari sejumlah tokoh nasional, termasuk AHY, guna memperluas wawasan serta memperkuat pemahaman mengenai manajemen dan kepemimpinan.
Melalui rangkaian pendidikan dan pembekalan tersebut, para peserta diharapkan mampu tumbuh menjadi pemimpin BUMN yang berintegritas, memiliki kompetensi yang memadai, serta mampu menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan perusahaan negara.
Selain itu, mereka diharapkan dapat membawa BUMN semakin maju, meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional, serta mendukung pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur URI, Yos Sunitiyoso; Komandan P3MD, Marsekal Pertama TNI Dr. Anton Pallaguna; serta Direktur Danantara Corporate University, Handi Kurniawan.
Dalam kegiatan itu, AHY didampingi Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antarlembaga, Agust Jovan Latuconsina; Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi, Sigit Raditya; serta Tenaga Ahli Menteri, Rio Neswan. (Red)
































