Jakarta – Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 mencatat perputaran ekonomi lebih dari Rp17 miliar dan penawaran investasi senilai Rp1,12 triliun. Capaian ini memperlihatkan potensi industri olahraga dalam mendorong aktivitas ekonomi nasional. Kegiatan yang berlangsung pada 11–13 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, tersebut juga menarik 30.700 pengunjung dan melibatkan 118 merek.
Mengusung tema “Beyond The Game 2.0: From Nation Building to Global Industry”, ISS 2026 menjadi wadah pertemuan pemangku kepentingan, pelaku usaha, dan investor untuk memperluas peluang kerja sama serta mengembangkan potensi bisnis olahraga Indonesia. Dalam Business Infrastructure Forum (BIF), kegiatan ini diikuti 150 pengusaha dan investor.
Selain mencatat perputaran ekonomi dan penawaran investasi, ISS 2026 menghasilkan lima nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di bidang bisnis olahraga. Capaian tersebut membuka peluang pengembangan kemitraan lintas sektor sekaligus memperkuat ekosistem industri olahraga nasional.
Sejumlah agenda utama mewarnai penyelenggaraan ISS 2026, meliputi Global Leadership Forum, Business Infrastructure Forum, Indonesia Sports Award, Sports Expo, Experience Zone, Sports Tourism Destination Showcase, dan Sports Job Fair. Rangkaian kegiatan ini mencakup forum diskusi, pameran, apresiasi bagi pelaku industri, promosi destinasi wisata olahraga, hingga perluasan kesempatan kerja.
Pada aspek ketenagakerjaan, Sports Job Fair menghadirkan 1.053 lowongan kerja. Sementara itu, Indonesia Sports Award memberikan apresiasi kepada tiga pelaku industri olahraga, yaitu Djarum Foundation, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan PT Indofood, atas kontribusinya terhadap pengembangan sektor tersebut.
Melalui penyelenggaraan ISS 2026, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, investor, dan pelaku industri diharapkan semakin kuat. Momentum ini juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi olahraga sebagai sektor yang mampu menciptakan nilai ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya saing industri olahraga Indonesia di tingkat global. (Red)
































