Istanbul – Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman pada Minggu berjanji akan memberikan respon “tegas” terhadap serangan di bandara utama di ibu kota Riyadh, yang menurut pihak berwenang telah menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya.
Juru bicara koalisi Turki al-Maliki menyalahkan kelompok Houthi di Yaman atas serangan pada Sabtu (10/10) di Bandara Internasional King Khalid. Ia mengatakan serangan tersebut menargetkan salah satu terminal penumpang dan menewaskan serta melukai penumpang maupun pekerja bandara.
Al-Maliki mengatakan serangan tersebut merupakan kejahatan perang berdasarkan hukum humaniter internasional dan hukum kebiasaan internasional.
Ia menyatakan Komando Gabungan Pasukan koalisi akan memberikan respons “tegas” sesuai dengan hukum humaniter internasional.
Adapun otoritas penerbangan sipil Arab Saudi pada Minggu mengatakan bahwa korban tewas mencakup empat warga negara Arab Saudi, dua warga negara Bangladesh, serta masing-masing satu warga negara Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Otoritas tersebut menyebutkan bahwa 309 orang mengalami luka-luka, termasuk sejumlah korban dalam kondisi kritis, dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Serangan itu juga menyebabkan kerusakan material yang masih dalam proses penilaian oleh pihak berwenang.
Operasional bandara sempat dihentikan sementara pada Sabtu ketika petugas menilai kerusakan dan memverifikasi keamanan fasilitas bandara.
Serangan tersebut terjadi setelah serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak yang dilancarkan kelompok Houthi terhadap bandara dan fasilitas lainnya di Arab Saudi. (Red/Rls)































