Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan satu juta sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) hingga 2028, guna memperluas pemanfaatan energi domestik yang aman, andal, dan berkelanjutan sekaligus mengurangi beban subsidi energi pada APBN.

Hal itu disampaikan Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Agung Kuswardono, melalui keterangan resmi, dalam agenda kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, ke jaringan gas bumi di Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (21/9/2026).

Agung menyatakan, perluasan akses gas bumi bagi masyarakat terus dilanjutkan seiring dengan makin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional. Konektivitas jaringan transmisi, seperti Pipa Cirebon-Semarang, menjadi fondasi utama untuk memenuhi kebutuhan energi sektor rumah tangga.

“Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Agung.

Ia mengatakan, pada periode 2025–2026 pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 SR jargas yang tersebar di 15 kabupaten dan kota. Dari total alokasi tersebut, sebanyak masing-masing 7.000 SR telah direalisasikan di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

“Mulai tahun ini pemerintah akan melakukan pembangunan jargas secara masif, hingga tahun 2028 ditargetkan terbangun jargas sebanyak 1 juta SR,” kata Agung.

Langkah percepatan optimalisasi jargas rumah tangga  dilakukan pemerintah dengan menggandeng PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).