Jakarta – Kapal tanker MT Mauhau milik PT Pertamina Patra Niaga membantu proses pencarian dan penyelamatan korban KMP Virgo Transport 08 yang dilaporkan tenggelam di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Hingga laporan terakhir, sebanyak 16 orang, termasuk nakhoda KMP Virgo Transport 08, berhasil dievakuasi ke atas MT Mauhau.

MT Mauhau saat kejadian sedang berlayar dari Banjarmasin menuju Tuban. Awak kapal menerima informasi mengenai kapal yang tenggelam melalui radio Very High Frequency (VHF).

Mendapat informasi tersebut, nakhoda dan awak MT Mauhau segera menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dan melakukan evakuasi terhadap korban.

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, respons cepat awak MT Mauhau merupakan bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan terhadap keselamatan jiwa, khususnya ketika menghadapi kondisi darurat di wilayah pelayaran. “Begitu menerima informasi adanya kapal yang tenggelam, Nakhoda dan crew MT Mauhau segera mengambil langkah untuk membantu proses penyelamatan. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama, dan kami bersyukur hingga saat ini 16 korban telah berhasil dievakuasi ke atas kapal,” ujar Kitty dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).

Dari 16 korban yang telah dievakuasi, satu orang dilaporkan mengalami luka pada bagian kaki. Korban tersebut kemudian mendapatkan penanganan awal dari awak MT Mauhau.

Selain melakukan evakuasi, awak MT Mauhau juga memberikan kebutuhan dasar kepada para korban yang telah diselamatkan, antara lain makanan dan minuman, sembari menunggu proses evakuasi berikutnya.

Dalam proses penyelamatan, MT Mauhau berkoordinasi dengan Basarnas Banjarmasin. Tim Basarnas bergerak menuju lokasi kejadian untuk melanjutkan proses pencarian dan evakuasi.

Sejumlah kapal lain juga turut membantu operasi penyelamatan, di antaranya TB TCP 205 dan KMP Haidar.

Pertamina Patra Niaga menyatakan terus memantau perkembangan proses evakuasi serta berkoordinasi dengan Basarnas dan pihak terkait lainnya. “Fokus kami saat ini adalah memastikan para korban yang telah dievakuasi mendapatkan penanganan dengan baik dan mendukung proses pencarian terhadap korban lainnya,” kata Kitty.

Ia menegaskan, keselamatan jiwa menjadi prioritas dalam penanganan kondisi darurat tersebut. Pertamina Patra Niaga juga memastikan awak MT Mauhau terus memberikan bantuan sesuai kebutuhan para korban selama menunggu proses evakuasi lebih lanjut.

MT Mauhau merupakan kapal milik Pertamina Patra Niaga yang pada saat kejadian tengah dalam perjalanan menuju Tuban.

Respons awak MT Mauhau dalam membantu korban menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga terhadap keselamatan pelayaran dan kepedulian sosial. Perusahaan mendorong seluruh awak kapal dan pekerja untuk memberikan respons cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat di laut.