Jakarta – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pemerintah memastikan situasi politik dan keamanan nasional tetap terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Kemerdekaan dengan aman, nyaman, dan penuh semangat.
Hal tersebut diutarakan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.), Djamari Chaniago saat jumpa pers bersama Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN di Kantor Menko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Pertemuan ini menegaskan sinergi penuh antarlembaga dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.
Pada kesempatan tersebut, Menko Polkam membantah keras isu keberadaan faksi-faksi yang memecah belah di dalam negeri. Ia menegaskan jajaran jajaran keamanan terus bekerja secara intensif untuk menelusuri sumber disinformasi dan akun-akun penyebarnya. “Pemerintah tidak ragu mengambil tindakan hukum tegas terhadap pihak yang terbukti melanggar ketentuan pidana,” jelasnya.
Mengenai penertiban pagar tinggi di sejumlah mal serta pusat perbelanjaan oleh pemerintah daerah di Surabaya maupun Jakarta, ia meluruskan bahwa tindakan tersebut murni langkah penegakan aturan atas bangunan tanpa izin demi keamanan masyarakat setempat, bukan karena dinamika politik tertentu.
Terkait isu aksi unjuk rasa pada Agustus ini, pemerintah menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Adapun, Menko Polkam menilai, kritik dari masyarakat dinilai sangat menyegarkan bagi jalannya pemerintahan. Namun demikian, menurut Djamari Chaniago, pemerintah memberikan batasan tegas bahwa tidak ada toleransi bagi tindakan anarkistis, pengrusakan, maupun pembakaran fasilitas publik.
Peningkatan Pola Pengamanan Papua dan Konflik Sosial
Mengenai kondisi di Papua pasca-kejadian di Yahukimo, Menko Polkam memastikan tidak ada perubahan pola dasar pengamanan, melainkan peningkatan kualitas pengamanan yang dijalankan secara bersinergi oleh TNI dan Polri. Fokus utama adalah memberikan perlindungan menyeluruh bagi masyarakat sipil, termasuk Orang Asli Papua (OAP), agar tidak ada lagi korban jiwa.
Guna mengantisipasi bentrokan sosial dan aksi main hakim sendiri, Polri bersama TNI meningkatkan patroli aktif aparat keamanan serta kesiapan penanganan cepat di lapangan untuk melokalisasi potensi konflik. “Langkah pencegahan juga diperkuat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tukas Menko Polkam.
Satu hal, Menko Polkam mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketenangan dan menyambut Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh kegembiraan.
































