Kemenhub Gencarkan Kampanye Keselamatan Pelayaran di Cilacap, Bagikan 1.690 Life Jacket

Jakarta – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) menggencarkan pembangunan budaya keselamatan pelayaran dengan menggelar Kampanye Keselamatan Pelayaran di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (27/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan 1.690 unit life jacket, 1.440 e-Pas Kecil, dan 148 Pas Sungai dan Danau kepada nelayan serta masyarakat maritim guna meningkatkan keselamatan pelayaran dan tertib administrasi kapal.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, yang diwakili Pelaksana Tugas Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Triono, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah membangun budaya keselamatan di sektor transportasi laut.

“Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan alat keselamatan sekaligus mendorong terwujudnya tertib administrasi pelayaran,” ujar Triono.

Menurutnya, Kabupaten Cilacap merupakan kawasan strategis dengan aktivitas pelayaran niaga, distribusi logistik, dan perikanan yang tinggi sehingga penerapan standar keselamatan harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan.

Triono menegaskan keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan keselamatan, termasuk penggunaan alat pelindung diri dan kelengkapan peralatan keselamatan di atas kapal.

“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat maritim, perlu menjadikan keselamatan sebagai budaya dengan selalu melengkapi kapal dengan peralatan keselamatan, menggunakan life jacket, dan tidak melebihi kapasitas angkut kapal,” tegasnya.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Cilacap, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Bintang Dwi Cahyono mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan yang dinilai memperkuat keselamatan jiwa sekaligus meningkatkan tertib administrasi pelayaran bagi nelayan.

“Kami mengapresiasi langkah Kemenhub dalam membagikan alat keselamatan dan menerbitkan pas kapal bagi para nelayan. Keselamatan jiwa dan tertib administrasi tentunya harus berjalan beriringan demi mewujudkan pelayaran yang selamat, aman, dan berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap kampanye tersebut dapat menekan angka kecelakaan laut yang disebabkan faktor kelalaian manusia (human error) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlayar.

Dukungan juga disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti. Menurutnya, target zero accident di sektor pelayaran hanya dapat dicapai melalui edukasi yang berkelanjutan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat maritim.

“Zero accident di laut dapat diwujudkan melalui edukasi yang berkelanjutan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Saya optimistis target tersebut dapat kita capai secara bertahap,” ujarnya.

Ditjen Perhubungan Laut menegaskan Kampanye Keselamatan Pelayaran merupakan program berkelanjutan yang terus dilaksanakan di berbagai daerah. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta, dengan penyaluran 150 unit life jacket, 2.216 Buku Pelaut Merah, serta 6 e-Pas Kecil kepada masyarakat maritim.

Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat konektivitas nasional melalui transportasi yang aman dan andal serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Kampanye Keselamatan Pelayaran di Cilacap diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri atas unsur Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, TNI, Polri, badan usaha dan asosiasi pelayaran, serta para nelayan dan awak kapal wisata di wilayah Jawa Tengah. Kegiatan dipusatkan di kawasan Pantai Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap, sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya keselamatan pelayaran di kawasan pesisir. (Red)