SAHABAT RAKYAT, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) serentak di lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah DKI Jakarta guna memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai ketentuan dan standar keamanan pangan.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan pengawasan BPOM mencakup tindak lanjut terhadap kejadian luar biasa keamanan pangan (KLB KP), termasuk dalam pelaksanaan Program MBG. Meski di tengah efisiensi anggaran, BPOM tetap berkomitmen menjaga standar keamanan pangan melalui monitoring ketat dan respons cepat terhadap potensi risiko.
“Kami ingin memastikan makanan yang sampai ke anak-anak dan adek-adek kita yang ada di SMP, SMA, SD, dan bahkan di PAUD, juga ibu hamil, benar-benar terjamin keamanannya, pasti dan jelas sumbernya. Kami ingin memastikan, bukan pangan kalau tidak aman,” ujar Taruna saat melalukan sidak pada Kamis (30/4/2026).
Lanjutnya, menegaskan BPOM akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan sebagai bagian dari upaya memastikan keberhasilan Program MBG. Sidak dilakukan secara serentak dibeberapa SPG lainnya, antara lain SPPG Khusus Kota Jakarta Barat-Pal Merah, SPPG Jatinegara Kampung Melayu 01, SPPG Tanah Tinggi, Johar Baru, SPPG Sunter Jaya 1.
Dari hasil inspeksi, secara umum pelaksanaan operasional di seluruh SPPG yang dikunjungi, BPOM menyatakan telah berjalan sesuai ketentuan. Namun demikian, Taruna memberikan sejumlah catatan perbaikan minor untuk lebih meningkatkan praktik keamanan pangan.
“Kami datang untuk memastikan program MBG ini berjalan semakin baik. Kunjungan ini adalah bentuk monitoring BPOM agar kita bisa bersama-sama melakukan continuous improvement. Hasilnya nanti kita sampaikan ke BGN sebagai masukan,” ujar Taruna Ikrar.
Pada sidak pagi ini, BPOM menemukan sejumlah aspek positif di beberapa SPPG. Sebagai contoh, Chef pada SPPG Jatinegara merupakan tenaga profesional tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan anggota Indonesian Chef Association (ICA). Kemudian, seluruh penjamah pangan telah mengikuti pelatihan higiene dan sanitasi pangan, telah dilakukannya pengujian organoleptik di sarana produksi dan di penerima sampel, serta adanya sampel per tinggal untuk tiap menu.
Meski begitu, BPOM juga menemukan sejumlah aspek cara produksi pangan olahan yang baik yang perlu diperkuat melalui intervensi yang dilakukan berulang agar dipahami dan mendapat perhatian yang serius sehingga aspek keamanan pangan tidak diperlakukan secara sembarangan. Penguatan ini juga harus dilakukan melalui perbaikan dengan komitmen dan dukungan sumber daya dari mitra/yayasan.
Seluruh temuan telah diberikan kepada Kepala SPPG agar segera ditindaklanjuti dan melakukan perbaikan. Hasil monitoring BPOM di 5 SPPG tersebut juga akan disampaikan seluruhnya kepada BGN. (Red)
































