Padang – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada sisi buruk kemajuan zaman yang berpotensi merusak tatanan budaya dan agama.
“Jangan sampai kepribadian masyarakat Sumbar yang dikenal dengan adat ‘basandi syarak, syarak basandi kitabullah’ rusak karena sisi buruk kemajuan zaman,” katanya di Masjid Raya Sumbar di Padang, Jumat.
Ia mengatakan penguatan budaya dan adat bisa dilakukan dengan memperdalaman ilmu agama dan pendidikan Al Quran, seperti yang dilakukan selama Ramadhan.
Kondisi saat ini, kata dia, di Sumbar masih terjadi penyalahgunaan narkoba, kriminalitas, dan penyakit masyarakat.
Dengan pendekatan keagamaan, ia menyatakan optimistis hal tersebut bisa ditekan.
Ia juga mengimbau masyarakat Sumbar untuk menjaga ketahanan nasional yang dimulai dari ketahanan keluarga. Khatib Shalat Idul Fitri 1439 Hijriah, Tifatul Sembiring menyebutkan pentingnya masyarakat berupaya menjaga keutuhan bangsa dalam perkembangan global saat ini. Menurut dia, umat islam harus menjadi yang terdepan dalam mewujudkan keutuhan bangsa yang memiliki latar belakang beragam itu.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri Pemprov Sumbar awalnya dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Sumbar namun karena cuaca buruk, dipindahkan ke Masjid Raya Sumbar.
Lebih dari 17 ribu orang mengikuti Shalat Id di masjid yang menjadi kebanggaan Sumbar itu. Umat yang hadir pada Shalat Id tersebut melebihi kapasitas masjid yang sekitar 10 ribu orang. (Ant)






























