SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, terus memperkuat pembinaan generasi santri untuk mendorong lahirnya lebih banyak penghafal Al-Qur’an. Komitmen tersebut tercermin dalam peringatan Malam Puncak Hari Santri 2026 yang dirangkaikan dengan Kemah Kerukunan, Pentas Seni, dan Khatamul Quran di Lapangan Bojoe, Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Selasa malam (20/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bersama ribuan santri. Turut hadir Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Bunyamin M. Yafid; Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah; Kapolres Sidrap, AKBP Indra Waspada Yuda; serta sejumlah perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Hadir pula jajaran instansi vertikal, para asisten dan staf ahli bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, ulama, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Syaharuddin mengapresiasi kolaborasi Kementerian Agama, Bagian Kesejahteraan Rakyat, dan seluruh pihak terkait yang menyatukan sejumlah kegiatan keagamaan, pendidikan, seni, dan kerukunan dalam rangkaian peringatan Hari Santri tahun ini.

Menurutnya, para santri merupakan aset penting bagi masa depan Kabupaten Sidrap. Selain memiliki pemahaman agama yang kuat, santri diharapkan mampu menguasai ilmu pengetahuan umum sehingga dapat berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan.

Syaharuddin menyebutkan, jumlah santri yang menempuh pendidikan di pondok pesantren di Kabupaten Sidrap mencapai sekitar 4.600 orang. Sementara itu, jumlah santri yang belajar di pondok tahfiz dan rumah tahfiz diperkirakan mencapai 7.000 orang. Dengan demikian, total santri di Sidrap diperkirakan mencapai sekitar 12.000 orang.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Santri adalah sebuah modal besar bagi Kabupaten Sidrap,” ujarnya.

Bupati juga memberikan motivasi kepada para santri agar menjadikan hafalan Al-Qur’an sebagai bekal untuk meraih cita-cita dan mengabdi kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa penghafal Al-Qur’an memiliki kesempatan untuk berkiprah dalam berbagai profesi, termasuk menjadi anggota kepolisian, TNI, maupun tenaga medis seperti dokter.

Namun, Syaharuddin mengingatkan bahwa penguasaan ilmu agama perlu diimbangi dengan kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan pesan secara efektif. Menurutnya, kemampuan tersebut penting agar ilmu yang dipelajari dapat disampaikan dan memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

“Jangan hanya pelajari ilmunya, tapi berusaha menguasai ilmu retorikanya, agar ilmu yang dipelajari, satu ayat bisa disampaikan secara umum. Ballighu Anni Walau Ayah. Kalau pemahaman agama kita bagus, saya yakin itu menjadi modal dunia akhirat,” pesannya.

Bupati Siapkan Agenda Lebih Besar pada 2027
Sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an, Syaharuddin mengungkapkan rencana menggelar kegiatan serupa dengan skala lebih besar pada 2027 di Kecamatan Panca Lautang.

Dalam rencana tersebut, ia menargetkan penghimpunan 12.000 penghafal Al-Qur’an. Kegiatan itu direncanakan dirangkaikan dengan pentas seni, Khatamul Quran, lomba dai, serta berbagai perlombaan lainnya untuk memberikan ruang bagi santri dalam mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensi mereka.

Rencana tersebut menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus mendorong generasi muda Sidrap tumbuh sebagai pribadi berkarakter, berilmu, dan memiliki kemampuan berdakwah.

Hari Santri Jadi Momentum Memperkuat Kerukunan
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidrap, Fitriadi, melaporkan bahwa rangkaian kegiatan Hari Santri 2026 telah berlangsung sejak malam sebelumnya. Kegiatan tersebut meliputi kemah kerukunan dan pentas seni yang melibatkan para peserta dari berbagai latar belakang.

“Kegiatan meliputi kemah kerukunan dan pentas seni,” sebutnya.

Fitriadi menjelaskan bahwa peserta nonmuslim turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat kerukunan, toleransi, serta hubungan harmonis antarumat beragama di Kabupaten Sidrap.

Selain kegiatan seni dan kemah kerukunan, rangkaian peringatan Hari Santri juga diisi dengan wisuda tahfiz Al-Qur’an. Sebanyak 1.022 santri dari pondok pesantren dan rumah tahfiz di Kabupaten Sidrap dijadwalkan mengikuti wisuda tersebut.

Rangkaian kegiatan masih berlanjut pada Rabu malam melalui pawai lampion. Seluruh agenda peringatan kemudian dijadwalkan ditutup dengan upacara Hari Santri 2026 tingkat Kabupaten Sidrap.

Melalui peringatan Hari Santri tahun ini, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap pembinaan santri semakin berkembang, pendidikan keagamaan semakin kuat, dan semangat toleransi terus terpelihara. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan menghafal dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga berilmu, berakhlak, serta siap berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (Red/Ars)